Hacker Asal Pakistan Menjual Data Jutaan Akun Bukalapak di Dark Web

0

news.inderawaspada.com – Kabar mengejutkan datang dari Dunia Internet. Dimana setelah beberapa hari yang lalu sempat ramai di sosial media mengenai penjualan data pada website Tokopedia, nampaknya masalah baru kembali menghampiri salah satu marketplace terbesar di Indonesia.

Dilansir dari The Hacker News, seorang hacker Pakistan dengan codename Gnosticplayers, mengububungi tim THN untuk memberitahu bahwa dia telah membobol enam situs dengan jutaan data akun didalamnya. termasuk dua situs yang berasal dari indonesia, hacker tersebut sebelumnya juga telah membobol dan mencuri data akun dadi beberapa website yang terbagi dalam beberapa part. Kali ini adalah part 4

Hacker tersebut bulan lalu membuat tiga perilisan akun curian yang di jual di dark web populer bernama Dream Market, memposting rincian 620 juta akun yang dicuri dari 16 situs web di babak pertama, 127 juta akun dari 8 situs di babak kedua, dan 92 juta dari 8 situs web di babak ketiga. dan di babak keemppat yang barusaja terjadi, ada 27 juta daftar pengguna yang di jual dari 6 situs berbeda.

Peretas menerbitkan sejumlah file baru dari enam perusaan tersebut, yaitu GameSalad, Estante Virtual, Coubic dan LifeBearm, Bukalapak (E-commerce Indonesia) dan YouthManual (Karier Siswa Indonesia).

Youthmanual — Indonesian college and career platform — 1.12 million accounts
GameSalad — Online learning platform —1.5 million accounts
Bukalapak — Online Shopping Site — 13 million accounts
Lifebear — Japanese Online Notebook — 3.86 million accounts
EstanteVirtual — Online Bookstore — 5.45 Million accounts
Coubic — Appointment Scheduling — 1.5 million accounts

Bukalapak menjadi “penyumbang” terbesar dengan 13 juta akun di daftar tersebut. Untuk daftar yang dijual, dari Bukalapak sendiri adalah email, username, nama, detail pembelanjaan, alamat ip, serta password akun (yang dihash SHA512+Salt).

data breach terjadi pada bulan Juli 2017, dan baru dirilis sekarang. Sementara untuk situs lain tergolong masih fresh, bulan februari 2019.

Peretas menjual masing-masing database yang ia curi di atas secara terpisah di Dream Market dengan total nilai 1.2431 BTC atau sekitar 5000 USD. Red

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: