4 Bulan Kenal Lewat Grup Kontak Jodoh, Dua Sejoli Ini Baru Bertemu Langsung Nikah

0

Cirebon, Inderawaspada- Berkat sebuah grup kontak jodoh di media sosial Facebook, Asja (35 tahun) asal Blok Timur RT 03 RW 03 Desa Batembat Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, kini sudah tak kesepian lagi.

Dia menemukan kembali belahan jiwanya, Juju Jubaedah (40 tahun) janda asal Blok Karang Dawa, Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, setelah empat bulan lamanya berkenalan lewat sebuah grup tersebut hingga berujung ke pernikahan sirih.

Saat resepsi pernikahan itu berlangsung, kedua mempelai pengantin disaksikan oleh keluarganya beserta puluhan anggota Pemimpin Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Tengahtani.

Asja mengaku awalnya tak percaya menemukan jodohnya dalam sebuah grup kontak jodoh di media sosial Facebook.

“Terus kita saling kenal, saling dekat dan saling meyakinkan diri kita masing-masing. Kalau saya benar-benar pengen serius sama dia, maka orang yang saya cintai tersebut pikirannya sama seperti saya juga,” ujarnya saat ditemui awak media ini pada Jumat, 4 September 2020 siang.

Asja melanjutkan kisah cintanya, selama empat bulan berkenalan lewat medsos dirinya baru bertemu langsung dengan sang pujaan hatinya, dan pada hari ini mereka mengikat hubungannya lebih dalam di pernikahan.

“Untuk komunikasi hanya lewat handphone dan Whatsapp video call. Akhirnya saya menentukan hari tanggal menikahi dia meminta restu kepada orang tua dan keluarga, alhamdulillah berujung pernikahan,” kata Asja.

Walaupun begitu, Asja menceritakan kisah sedihnya ketika ditinggal oleh istri pertamanya. Ia dan istri pertamanya menjalin hubungan rumah tangga selama 9 tahun, dan dikaruniai dua buah hati.

“Dia (istri pertama) sampai sekarang tidak ada komunikasi dan meminta cerai, sebetulnya berat bagi saya semua WA, IMO di blokir semua. Daripada saya merasa depresi lebih baik mencari orang yang terbaik buat saya,” ungkap Asja sambil mengenang masa lalunya dengan istri pertamanya.

Diakhir menceritakan perjalanan kisah cintanya, Asja berjanji beberapa bulan kedepan ia ingin pernikahannya ini tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

“Setelah hari raya idul fitri, saya akan mendaftar pernikahan ini ke KUA sehingga sah secara hukum,” jelas dia.

Asja dan Juju Jubaedah saat memperlihatkan bukti pernikahan sirihnya.

Ditempat yang sama, Juju mengaku bahagia walaupun baru menikah sirih dengan pria idamannya yaitu Asja. Namun begitu ia pun mengaku sedih karena dalam pernikahannya ini dirinya jauh dari keluarganya.

“Alhamdulillah bahagia sekali, tadi wali nikahnya disaksikan oleh kakak saya lewat video call, sebelumnya saya pernah minta tolong sama dia (kakak) kebetulan lagi sibuk gak bisa hadir,” katanya.

Juju menceritakan awal hubungan asmaranya dengan pria idamannya tersebut selama empat bulan hingga berujung pernikahan sirih. Menurutnya, berkenalan itu bermula dari sebuah grup kontak jodoh media sosial Facebook.

Setelah itu, ternyata memang dirinya menemukan kecocokan dengan Asja hingga obrolan mereka berlanjut ke rencana pernikahan.

“Saya gak pernah bertemu, pas bertemu langsung menikah. Saya menginginkan suatu imam yang dari awal dan sampai akhir minta kejujuran, jujur saja dari saya,” ujar Juju, janda yang memiliki dua buah hati.

Dalam perkenalannya itu, Juju sempat mendapatkan beragam macam curahan isi hati Asja. Usai mendengar curahan hati itu, pada akhirnya ia menaruh belas kasihan sehingga tumbuhlah benih-benih cinta kepada pria idamannya tersebut.

“Awalnya saya melihat itu merasa kasihan sama anak-anaknya, terus saya ingin tahu lebih lanjut lagi keadaan dia. Terus dia (Asja) menceritakan dengan sejujur-jujurnya, dari situ saya mulai merasa tumbuh cinta,” tuturnya.

Momen Asja dan Juju Jubaedah usai menikah.

Sementara itu, Dedi mengaku bahwa dirinya turut berbahagia. Bahkan, ia pun mengaku terharu usai menyaksikan acara pernikahan tersebut.

“Saya sebagai pengurus PAC Pemuda Pancasila (PP) Tengahtani merasa bahagia sekali dan terharu, dengan adanya pernikahan antara Asja dan Juju disaksikan oleh saya sendiri,” kata Dedi yang merupakan sahabat dekat Asja.

Ia pun mendoakan pernikahan Asja dan Juju agar menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.

“Tolong untuk pihak Pak Asja harus lebih sayang lagi kepada sang istri (Juju),” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.