Kuwu Setu Wetan Akan Hibahkan Tanah Keluarganya Untuk Bangun GOR, Begini Kata Ratnawati

0

Cirebon, Inderawaspada.com- Kuwu atau Kepala Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Ratnawati menyatakan bahwa ia bersama seorang adiknya bernama dr Edi bertekad ingin mewujudkan keinginan warganya yang tengah mendambakan sarana dan prasarana gedung olahraga (GOR).

Oleh karena itu, ia akan menghibahkan lahan tanah milik keluarganya seluas kurang lebih 200 meter persegi untuk dijadikan GOR.

“Alhamdulillah, karena kita bersama dr Edi itu berniat untuk mewujudkan keinginan dari masyarakat segera terealisasi. Maka tanah keluarga itu, insyaallah akan kita hibahkan untuk menjadi gedung olahraga. Dengan luas (tanah) kurang lebih 200 meter persegi,” kata Ratnawati di kantor Desa Setu Wetan pada Jumat 24 Juli 2020 siang kemarin.

Menurut Ratnawati, bahwa tanah tersebut merupakan warisan dari orang tuanya yang diwariskan untuk seorang adiknya tersebut.

“Karena tujuan dr Edi sendiri ingin membangun Desa Setu Wetan, juga membantu saya sebagai Kuwu Setu Wetan,” ungkapnya sambil tersenyum.

“Kakaknya (Ratnawati) kan sama-sama untuk memajukan Desa Setu Wetan, dan ingin beribadah lewat hibahkan tanah tersebut,” imbuh Ratnawati.

Ratnawati pun mengatakan, gedung olahraga itu rencana akan dibangun pada 2022 nanti. “Karena inikan pandemi Covid-19, rencananya sih harusnya masuk anggaran 2021 dibangun. Kemungkinan 2022, insyaallah,” ucapnya.

Kuwu Setu Wetan, Ratnawati di kantor Desa Setu Wetan, Jumat (24/7/2020) siang kemarin. (Foto: Ubid/Inderawaspada.com)
Kuwu Setu Wetan, Ratnawati di kantor Desa Setu Wetan, Jumat (24/7/2020) siang kemarin. (Foto: Ubid/Inderawaspada.com)

Kontan saja, pernyataan Ratnawati menuai perhatian dari seorang tokoh masyarakat Desa Setu Wetan, H Tabroni. Ia mengaku senang setelah mendengar pernyataan tersebut.

“Saya merasa senang kalau ada pernyataan seperti itu, berarti ada kemauan untuk memajukan Desa Setu Wetan. Kalau (bangun) gedungkan ingin memajukan olahraga atau mungkin, bisa dimanfaatkan untuk sarana dan prasarana lainnya,” kata H Tabroni ditempat terpisah.

H Tabroni menilai Pemerintah Desa (Pemdes) Setu Wetan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat mempunyai tugas utama dalam menindaklanjuti legalitas tanah tersebut.

“Tinggal komitmen itu direalisasikan saja, kalau (tanah) masih dalam bentuk milik perorangan harus dialihkan kepemilikannya ke desa. Apa itu berupa hibah, atau itu berupa wakaf,” tuturnya.

“Misalkan pengen mewakafkan atau menghibahkan? Tadi, status tanah itu harus jelas. Jadi jangan sampai tanah itu dibangun, sebelum status tanah itu jelas,” tambahnya.

Pada intinya, terang H Tabroni, bahwa tanah tersebut harus diproses terlebih dahulu legalitasnya sebelum dibangun untuk sarana dan prasarana gedung tersebut.

“Dikhawatirkan kalau misalkan status tanahnya belum jelas, kalau ada apa-apakan nanti yang kewalahan Pemdes dan BPD sendiri. Artinya tidak bisa menggugat apa-apa, karena secara legalitas tidak punya kekuatan apa-apa,” tegasnya.

Mendengar pernyataan Ratnawati akan menghibahkan lahan tanah milik keluarganya, seorang warga Desa Setu Wetan, Yamin mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya.

“Untuk dr Edi dan Ibu Kuwu (Ratnawati) memberikan tanah atau dihibahkan untuk bangun Gor, saya mengucapkan sangat terimakasih sekali. Sebaiknya, diurus masalah legalitasnya,” ungkap Yamin sambil tersenyum di kediamanya pada Rabu, 5 Agustus 2020 sore.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: