Rutinitas Donor Darah Karyawan Perhutani Kuningan di Masa Pandemi

0

Kuningan, Inderawaspada.com-Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuningan melakukan aksi sosial donor darah rutin bersama tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kuningan, bertempat di Aula Kantor Perhutani KPH Kuningan, Senin (12/10/20).

Kegiatan donor darah tersebut dihadiri oleh Koordinator PMI Kabupaten Kuningan Asep Saepuloh beserta Tim 6 orang, segenap karyawan karyawati Perhutani KPH Kuningan 45 orang, dan masyarakat sekitar Kantor Perhutani 20 orang.

Administratur KPH Kuningan, Mamun Mulyadi di tempat terpisah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Perhutani kepada sesama, apalagi di masa pandemi tentunya kebutuhan darah meningkat.

“Donor darah ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Perhutani KPH Kuningan setiap 3 bulan sekali, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia sebagai kegiatan kemanusiaan yang mungkin tidak semua orang memiliki kesadaran untuk melakukannya. Ini menunjukkan bahwa kepedulian kami tidak hanya terhadap tanaman, tapi terhadap sesama manusia yang membutuhkan darah juga,” ungkapnya.

Mamun Mulyadi juga berpesan bagi karyawan dan masyarakat yang akan mendonorkan darahnya untuk tidak khawatir walaupun di masa pandemi, malah kegiatan ini akan meningkatkan kesehatan bagi si pendonor karena produksi sel darahnya akan jadi meningkat. Tim PMI Kuningan juga sudah siap menerapkan standar keamanan yang tinggi sehingga memastikan tidak akan terjadi penularan covid-19 terhadap pendonor maupun yang lainnya.

Ketua Koordinator Tim PMI Kabupaten Kuningan, Asep Saepuloh menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas kerjasama yang telah terjalin demi kemanusiaan selama ini.

“Kami berikan apresiasi terhadap karyawan Perhutani yang sudah rutin mendonorkan darahnya tiap 3 bulan sekali untuk membantu orang lain yang membutuhkannya, juga untuk persediaan PMI sebagai layanan kemanusiaan khususnya di Kabupaten Kuningan yang sekarang ini sempat menurun drastis sejak pandemi Covid-19, apalagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah sehingga banyak warga yang berdiam di rumah dan khawatir untuk mendonorkan darahnya,” ujarnya.

READ  Syafrudin Minta Pelayanan Publik Tak Persulit Masyarakat Yang Miliki Suket

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: