Aktual, Berani, Terpercaya

Sinyal Kran Lapangan Kerja Dibuka, Kadistan Kabupaten Cirebon: 13 Ribu Hektare Boleh Untuk Industri

Cirebon, Inderawaspada.com- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, menjamin seluas 40 ribu hektare lahan pertanian produktif atau termasuk zona merah tak akan beralih fungsi lahan.

Terbilang aman, jika langkah tersebut terus dipertahankan dapat menyediakan kebutuhan pangan selama 50 tahun kedepan dengan menghitung pertumbuhan penduduk Kabupaten Cirebon di masa yang akan datang.

“Pada yang sudah zona merah itu tidak akan direkomendasikan untuk alih fungsi lahannya. Dijamin itu, saya jamin,” tegas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, H Ali Effendi di kantornya pada Kamis 26 Maret 2020 siang.

- Advertisement -

Di Kabupaten Cirebon, lanjut H Ali, terdapat sentra penghasil tanaman padi yang tersebar di 40 kecamatan.

Namun, jelasnya, yang paling banyak sentra penghasil tanaman tersebut barada di wilayah Kecamatan Gegesik, Panguragan, Kapetakan, Suranenggala, Palimanan, Susukan, Kaliwedi, Jamblang, dan Gunungjati.

“Tetapi pada semua kecamatan fisiknya ada untuk padi,” terangnya.

Kadistan Kabupaten Cirebon ini menyebut, seluas 13 ribu hektare diharapkan termasuk lahan non produktif dapat dialih fungsi lahankan untuk membuka kran lapangan pekerjaan.

Baca Juga :
1 of 151

Dari jumlah tersebut, H Ali menjelaskan, sebanyak total 53 ribu hektare dan sisa 40 ribu hektare lahan produktif yang tak dapat di alih fungsikan.

“Kita ada lokasi 13 ribu hektare yang masih boleh untuk industri pabrik, perumahan dan lain sebagainya. Jadi 53 ribu hektare itu sisanya 40 ribu hektare lahan produktif. Kan kita, buka industri untuk lapangan pekerjaan harapannya tanah-tanah yang tidak produktif,” ungkap H Ali.

Meski begitu, H Ali meminta kepada pengembang property maupun industriawan untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli tanah. Konsultasi yang dimaksudnya adalah kepada BPN terkait pertimbangan teknis (Pertek), dan Dinas Pertanian perihal perizinan lokasi.

“Tolong pertama konsultasikan ke Dinas Pertanian dan BPN, supaya tidak ada masalah,” ujarnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Maaf, !!