Puskesmas Plered Sosialisasi Bahaya Penyakit DBD

0

news.inderawaspada.com – Baru-baru ini tercatat 8 kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) akibat nyamuk Aedes aegypti. Sebab itu, Masyarakat Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, diharapkan perlu meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit Demam Berdarah (DBD) melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan melakukan 3 M Plus (Menutup, Menguras, Mengubur).

Hal itu dikemukakan oleh Kepala UPT Kesehatan Puskesmas Plered, Dr. Hj Eliah ketika menyampaikan sosialisasinya di Balai Desa Kaliwulu, Selasa (19/3).

Dr. Hj Eliah mengatakan, diwilayah kerja Puskesmas Plered tercatat 8 kasus DBD seperti pada Desa Panembahan ada 2, Trusmi Kulon 1, Wotgali 1, Kaliwulu 1 dan Tegal sari 1. Untuk itu, dia mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan sekitar dan melakukan pencegahan sejak dini soal penyakit DBD.

“Pada musim hujan saat ini sedang musim penyakit Demam Berdarah (DBD). Di bulan-bulan ini sedang melonjak bahkan tingkat Kabupaten Cirebon juga lumayan banyak dan hampir merata disetiap Puseksmas,” katanya pada media ini.

Oleh sebab itu, pihaknya mengantisipasi terkait penyakit DBD melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan serta melalukan 3 M setiap hari jumat. Selain itu, kata dia, penyuluhan-penyuluhan ditingkat Puskesmas dalam gedung Posyandu terhadap ibu-ibu balita juga dilakukan.

“Selain mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, kami juga sudah mensosialisasikan ke Bidan Desa untuk menyampaikan ke Posyandu-Posyandu. Bahwa ibu-ibu harus bisa meminimalisir potensi-potensi terbentuknya jentik nyamuk dan harus benar-benar kita berantas dengan melakukan 3 M,” ungkapnya.

Sebab itu, Dr Hj Eliah menjelaskan, untuk memutus rantai lahirnya nyamuk Demam Berdarah (DBD). Seperti dilingkunganya ada ban bekas, kaleng-kaleng terbuka, ember-ember terbuka, mohon dikubur dan jangan dibiarkan.

Ia berharap dengan kesadaran masyarakat melakukan 3 M tidak bertambah lagi kasus DBD.

Menanggapi hal itu, Kuwu Kaliwulu, Mohamad Muslimin mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan terkait bahaya penyakit Demam Berdarah (DBD). “Pak Kuwu sudah menginformasikan ke masyarakat, harus melaksanakan 3 M,” kata dia diruang kerjanya.

“Menguras kamar mandi paling tidak dua minggu sekali, menutup penampungan air, dan mengubur barang bekas,” sambungnya.

Diakuinnya, salah seorang warganya terserang penyakit DBD namun lokusnya bukan di wilayah Desa Kaliwulu. Dia berharap kedepanya penyakit DBD tidak ada diwilayahnya.

“Yang namanya penyakit yang menentukan datangnya dari Allah SWT dan kami sebagai Pemerintah Desa sudah berikhtiar jangan sampai terjadi Demam Berdarah (DBD),” tutupnya. Mu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: