Operasi Lilin Semeru 2018, Angka Kejahatan di Jawa Timur Meningkat

0
Foto: Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera

news.inderawaspada.com, Surabaya – Memasuki awal tahun 2019, Operasi Lilin Semeru 2018 di Jawa Timur pelaksanaan kini telah berakhir. Adapun dalam keterangannya, jumlah Laka Lalin (Kecelakaan Lalu Lintas) selama 12 hari dalam operasi ini menurun dibandingkan pada tahun 2017, lalu.

Kabidhumas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, penurunan Laka Lantas yang cukup signifikan sekitar 60,22 persen, dari jumlah 510 kejadian di tahun 2017, kini mengalami penurunan menjadi 157 kejadian yang mengakibatkan jumlah angka 27 korban meninggal dunia, dan 9 luka berat dan sebanyak 237 luka ringan. Jumlah angka Laka Lantas tersebut, lantaran telah beroperasinya pada ruas jalan tol.

“Hasil data yang terlampir kita dapat kecelakaan menurun, hal ini disebabkan, karena ruas tol fungsional sudah berjalan sebagaimana mestinya diarahkan pihak Pemerintah,” katanya, Rabu (2/1/2019), Siang.

Barung menjelaskan, bahwa laka lantas di Jawa Timur menurun akibat kemacetan terjadi di sejumlah tempat pada selama liburan akhir tahun. “Kemacetan juga menimbulkan penurunan kecelakaan. Semakin macet rupanya semakin turun angka kecelakaan,” terangnya.

Namun, Barung menerangkan, soal tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres jajaran Polda Jatim selama pelaksanaan operasi ini justru mengalami kenaikan. Khususnya tindak kejahatan konvensional meliputi, Curat (pencurian disertai pemberatan), Curas (pencurian disertai kekerasan), Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan Senpi (senjata api). “Ada peningkatan di tiap beberapa Polres, kejadian antara lain kejahatan konvensional,” tutur Barung Mangera.

Bahkan, jumlah peningkatan mencapai sebesar 20,23 persen dengan dibandingkan pada tahun 2017 lalu. “Dulu ada 148 kasus, kini menjadi 178 kasus yang rinciannya, sebanyak 28 kasus Curat, 3 kasus Curas, 10 kasus Curanmor dan  2 kasus ancaman dengan pemberatan,” imbuhnya.

Menurut Barung, kejahatan konvensional cenderung terjadi pada Daerah Madura. Angka tertinggi gangguan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dan itu terjadi di Daerah Kabupaten Bangkalan sebanyak 28 kasus, kemudian disusul dengan Kabupaten Mojokerto sebanyak 24 kasus dan Kabupaten Bojonegoro sebanyak 18 kasus.

“Kejahatan konvensional pada Daerah wilayah Madura cukup besar,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan Operasi Lilin atau menamai sandi Operasi Lilin Semeru digelar selama 12 hari mulai tanggal 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 ini merupakan kegiatan sistem pengamanan digelar Polri untuk menjaga Kamtibmas selama perayaan hari Natal dan Tahun Baru di Jawa Timur Jajaran Kepolisian. (Hyt/Ov1/21K)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: