KOMUNITAS FRONT KOLOSAL SOERABAJA MENGENALKAN BUDAYA DAN SEJARAH MELALUI DRAMA

0

news.inderawaspada.com – Geliat megahnya kota metropolis dan tingginya gedung pencakar langit tak menenggelamkan kreatifitas anak-anak muda Kota Surabaya. Ada beragam komunitas yang tumbuh subur memberi warna pada kota yang berjuluk Kota Pahlawan ini, salah satunya Front Kolosal Soerabaja atau FKS.

Dari namanya yang unik menyiratkan suatu istilah dalam sebuah pertempuran, nuansa tempo dulu atau klasik. Mulai berdiri pada Januari 2019, komunitas Front Kolosal Soerabaja mencoba merangkum perjalanan panjang sejarah yang dipersentasikan melalui wadah bersama dan melahirkan karya-karya pertunjukkan.

Selain melestarikan, Front Kolosal Soerabaja juga menghadirkan ilustrasi sejarah dan budaya melalui seni pertunjukkan, agar masyarakat terhibur dan tidak lupa dengan karakter lokalnya. Seperti yang mereka suguhkan melalui drama kolosal, yang digelar setiap bulannya di area Monumen Tugu Pahlawan, Kota Surabaya.

Sejak bulan Januari hingga awal April 2019, Front Kolosal Soerabaja sangat produktif dan telah melahirkan tiga karya berbeda bertema perang kemerdekaan. Cerita yang mereka angkat merupakan kisah nyata dibalik peristiwa Pertempuran 10 November, yang tidak diketahui orang dan jarang dicatat sejarah, diantaranya Kompi Matosin episode “Selongsong Yang Tersesrak” dan TKR Chungking episode “Darahku Merah Putih”.

Komunitas yang mempunyai anggota 30 orang ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai pelajar, seniman hingga profesional muda, namun memiliki spirit yang sama untuk melestarikan kearifan lokal Kota Surabaya. Bagas salah satu anggotanya menuturkan tujuannya adalah mengenang perjuangan para pahlawan.

“Bergabung di FKS bisa merasakan betapa beratnya para Pahlawan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini, sekaligus menambah ilmu dan wawasan,” ujarnya. Wan/TS

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: