Fantastis ! Penduduk Miskin di Kab. Cirebon Berkisar 1 Juta Jiwa

0

news.inderawaspada.com – Penyebab kemiskinan, saat ini masih menjadi masalah bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah guna mengurangi jumlah angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon. Namun hal tersebut bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Untuk itu, informasi yang diperoleh Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, melalui data fakir miskin dan orang tidak mampu berdasarkan data basis terpadu 2018 lalu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cirebon mencapai 1.063.177 jiwa dan program penanggulangan fakir miskin mencapai 275,925 Kepala Rumah Tangga.

Hal tersebut dibenarkan oleh, Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Partisipasi Sosial Masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, H. Deden disela-sela kesibukannya, Kamis pagi (28/2/2019).

H. Deden mengatakan, bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kemiskinan seperti halnya jumlah kepadatan penduduk dapat mempengaruhi. “Usia produktif banyak juga, angkatan kerja banyak, ketersediaan lapangan kerja terbatas, itu yang memicu kemiskinan,” kata dia.

Ia pun menjelaskan, bahwa terkait jumlah kemiskinan dapat dilihat melalui data makro dan mikro Badan Pusat Statistik (BPS). “Yang tahu tentang perhitungan data makro dan data mikro adalah BPS sebagai intsansi yang berwenang,” kata dia.

Dirinya menambahkan, setelah di data oleh BPS sejak berlakunya Undang-Undang Dasar Nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan kemiskinan kewenangan untuk verifikasi dan validasi data maka menjadi kewenangan Kementrian Sosial Republik Indonesia.

“Kebawahnya yaitu Dinas Sosial (Dinsos) yang dilakukan melalui APBD masing-masing,” ujar Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Partisipasi Sosial Masyarakat.

Menurutnya, karena keterbatasan anggaran serta APBN yang dimiliki Kementrian Sosial, sehingga tidak semuanya Kabupaten atau Kota se-Indonesia melakukan verifikasi data yang dibiayai APBN.

“Berbagilah dengan APBD, kebetulan ditahun 2019 ini, Dinas Sosial melakukan verifikiasi data untuk perbaikan data yang sudah ada karena selama ini kita belum pernah melakukan verifikasi data sejak 2015 hingga sekarang,” sambungnya.

H. Deden menyebutkan, dari data makro yang diperoleh dari BPS akhir 2017 lalu berkisar antara 12,97% dan diakhir 2018 lalu mengalami penurunan menjadi 10,70%. Adapun data makro yang berada di BDT yang dimiliki Kementrian Sosial berjumlah 1.063.177 jiwa.

“Kalau untuk rumah tangganya ada sekitar 20.975 kk, ini yang akan kita tangani di Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Namun pihaknya akan menanggulangi jumlah kemiskinan melalui perbaikan data dan melakukakan verifikasi, validasi data tersebut. Semua elemen masyarakat menggunakan basis data terbaik, terpadu tersebut untuk perencanaan kegiatan dalam penanganan kemiskinan bukan hanya bakti sosial.

Bukan SKPD yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. Semua baik Pemerintahan Desa, maupun CSR dunia usaha atau masyarakat lain berpedoman kepada basis data tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya saat ini sedang melakukan upaya sosialisasi di tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten bahkan sampai dengan Provinsi untuk menekan angka kemiskinan secara berjenjang di Kabupaten Cirebon.

“Dengan memanfaatkan potensi-potensi sumber kesejahteraan sosial yang ada di masing jenjang tersebut, dengan adanya dana sehat merupakan reriungan warga perbulan berapa untuk membantu masyarakat tidak mampu dan tidak mengandalkan APBD, APBN saja,” tukasnya.

Dijelaskannya, Karena tiga kekuatan besar di masyarakat yaitu Ulama, Ulil Amri dan Ummaroh kekuatan besar itulah yang menanggulangi kemiskinan. Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat merubah pola fikirnya dan mainsetnya.

“Jangan sampai selalu ingin menerima bantuan tetapi dirubah, tangan diatas lebih baik dariada tangan dibawah,” ujar Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Partisipasi Sosial Masyarakat. Mu

Ilustrasi Kemisikinan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: