Aktual, Berani, Terpercaya

Berjiwa Besar, Kadisdik Kab Cirebon Resmi Sampaikan Maaf ke DPC PWRI Cikab

Inderawaspada – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Asdulah Anwar menyampaikan secara resmi permohonan maafnya atas postingan kontroversial di sebuah grup Watshapp yang beberapa waktu lalu (23/10) beredar.

Saat itu, H. Asdulah pernah menulis bahwa ia mengindikasikan dugaan pemerasan di SDN 4 Megu Gede, Kecamatan Weru dengan mengenakan seragam. “Kami mohon maaf, setelah kami bertemu ternyata miskomunikasi, sebenarnya saya juga berterimakasih kepada rekan-rekan media sampai saya tahu informasi-informasi dari media,” kata H. Asdulah usai konferensi pers di SMPN 1 Weru, Kamis (7/11) siang.

Usai menyampaikan permintaan maafnya, H. Asdulah pun mengatakan,
betapa pentingnya menjalin hubungan kemitraan dengan media. Karena, Asdulah pun menilai dapat mewujudkan dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon menjadi lebih maju. “Insyaallah kedepan, mangga kerjasama. Dalam rangka untuk fungsi kontrol,” jelasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, H. Asdulah menjelaskan ia tak mungkin dapat memonitoring semua sekolah. “Saya gak mungkin mengontrol dari wilayah barat sampai timur tahu, berkaitan dengan penggunaan dana DAK dan BOS. Tetapikan, informasi dari teman-teman,” tandasnya dihadapan sejumlah awak media.

Mendengar hal itu, Ketua DPC PWRI Kabupaten Cirebon, Mohamad Juanda menilai bahwa seorang Kadisdik, H. Asdulah Anwar memiliki jiwa besar.

Lebih lanjut Juanda menjelaskan, karena secara langsung seorang Kadisdik H. Asdulah Anwar telah menyampaikan permohonan maafnya di hadapan anggota DPC PWRI Kabupaten Cirebon.

“Kami secara keorganisasian, sudah memaafkan beliau (H. Asdulah),” kata Juanda.

Baca Juga :
1 of 268

Juanda mendukung tekad bulat seorang Kadisdik yang ingin majukan dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon.

“Kami sangat setuju dan mendukung pak Kadis, dengan sinergitas DPC PWRI Kabupaten Cirebon bersama Dinas Pendidikan. Hal itu, melalui informasi-informasi berita. Insyaallah, tekad bulat pak Kadis dapat terwujud,” tutur Juanda.

Juanda berharap kedepannya sinergitas itu dapat terwujud untuk selama-lamanya. “Kami berharap, hubungan kemitraan dan silaturahmi antara DPC PWRI Kabupaten Cirebon bersama Dinas Pendidikan dapat terjalin untuk selama-lamanya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekertaris DPC PWRI Kabupaten Cirebon, Nana Karmana mengatakan bahwa pihaknya menilai positif hubungan kemitraan antara DPC PWRI Kabupaten Cirebon dengan Dinas Pendidikan dalam membangun citra dunia pendidikan yang semakin maju.

“Kami sangat mengharapkan, karena dengan hubungan kemitraan dan silaturahmi ini, dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon semakin maju melalui informasi-informasi berita,” katanya.

Menurutnya, jika dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon maju. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri baginya. “Maka generasi-generasi penerus ini menjadi contoh tauladan khususnya di Jawa Barat tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Cirebon ini menjadi barometer nasional,” terangnya.

Ditempat yang sama, seorang jurnalis dari salah satu media online, Dede pun mengapresiasi Kadisdik Kabupaten Cirebon.

“Saya angkat jempol karena Pak Kadisdik telah mengakui kesalahannya,” katanya.

Menurutnya, dari postingan kontroversial disalah satu grup Watshapp menjadi pemicu permasalahan tersebut.

“Bahwa yang mengeser ke grup itu pak Kadis sendiri,” ujar Dede seorang Korwil salah satu media online.

Soal pemberitaan beberapa waktu lalu terbit (1/11) kemarin dengan judul Kadisdik Kabupaten Cirebon terancam dipidanakan, maka Dede pun menjelaskan hal tersebut sudah menyerahkan semuanya kepada yang bersangkutan.

“Kembali lagi ke yang bersangkutan,” jawab singkat Dede.

Dede pun mengklarifikasi soal pemberitaan yang menyebut seragam DPC PWRI Kabupaten Cirebon.

“Mengenai seragam itu merupakan penjelasan dari berita,” ucapnya.

Ditempat terpisah, seorang jurnalis dari media online, Morgan menanggapi seputar permintaan maaf Kadisdik. “Bentuk permintaan maafnya seperti apa,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Hal tersebut, Morgan merasa dirugikan atas postingan tersebut. “Sedangkan saya dirugikan secara fisik, materi, dan psikis saya,” ungkapnya.

Ia ingin nama baiknya pulih kembali lantaran postingan di sebuah grup Watshapp yang terjadi beberapa waktu lalu. “Untuk memulihkan nama baik saya seperti apa,” jelasnya.

Namun Morgan menegaskan, ucapan permintaan maaf tidaklah cukup baginya. “Bukan hanya permintaan maaf loh, kalau minta maaf gampang. Maaf tinggal minta maaf, selesai. Tetapi nama saya dijamin akan baik? Apakah saya benar-benar itu, tidak tahukan,” pungkasnya.

Morgan mengungkapkan alasannya enggan hadir dalam kegiatan konferensi pers di SMPN 1 Weru. “Karena saya tidak diundang oleh Disdik, yang diundang hanya PWRI dan anggota-anggota PWRI. Secara pribadi saya tidak diundang oleh Disdik,” tandasnya. Mu

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Maaf, !!