Akhir 2018 Lalu, Penerima BPNT di Kecamatan Tengahtani Turun

0

news.inderawaspada.com – Sekitar kurang lebih 140 warga Desa Palir, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon mendapatkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Kartu Penerima Keluarga Harapan (PKH) berupa sembako 9 kg beras dan 1,5 kg telur, Jum’at pagi (22/2/2019).

Oleh karena itu, jika berdasarkan data tingkat Kecamatan Tengahtani pada Tri Wulan terkahir 2018 lalu, penerimaan BPNT dari 8 Desa di wilayah Kecamatan Tengahtani mengalami penurunan karena disebabkan oleh beberapa faktor.

Untuk itu, pada Oktober 2018 lalu penerima BPNT mencapai 1.475 sedangkan November lalu 1.467 dan pada Desember lalu 1.421 penerima.

Oleh karenanya, Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan.

Kendati demikian, Sasaran atau Penerima bantuan PKH adalah rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan atau ibu hamil dan berada pada lokasi terpilih.

Kendati begitu, pada kartu kepesertaan PKH pun akan tercantum nama ibu atau wanita yang mengurus anak, bukan kepala rumah tangga.

Untuk itu, orang yang harus dan berhak mengambil pembayaran adalah orang yang namanya tercantum pada kartu tersebut.

Sementara itu, Camat Tengahtani, Tata Sunirta menjelaskan, terkait PKH merupakan program yang diluncurkan oleh Kementrian Sosial berkerjasama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Program Keluarga Harapan merupakan program yang sangat bagus,” kata dia saat ditemui news.inderawaspada.com diruang kerjanya, Jumat sore (22/2/2019).

Ia menambahkan, program tersebut Kementrian Sosial berkerjasama dengan Polri dalam bidang pengawasan. “Sehingga dikawal ditingkat Desa, pada saat pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” jelasnya.

Menurutnya, diwilayah Kecamatan Tengahtani penerima program bantuan tersebut mengalami penurunan karena disebabkan oleh beberapa faktor.

“Mengapa menurun? Penerima PKH itu, karena mungkin saja ada yang meninggal dunia, ada yang pindah berarti di delete (hapus) dan kalau pindah dimasukan lagi ke Desa lain karena pindah tempat tinggalnya, atau mungkin juga yang dulunya tidak mampu sekarang jadi mampu sehingga di delete (hapus) dengan melihat data real dilapangan atau melihat secara fisik dirumah-rumahnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya mendapatkan jumlah data tersebut dari BPS melalui petugas yang berada di Kecamatan. “Yaitu dari Dinas Sosial, ada ketuanya sebagai koordinator lalu ada anggotanya di masing-masing Desa sehingga pada pembagian koordinator ada ditempat saat pembagian BPNT di dampingi dari petugas Desa masing-masing,” terang Tata.

Dikatakannya, masyarakat penerima kartu PKH berhak mendapatkan BPNT berupa sembako. “Yaitu beras 9 kg ditambah telor 1,5 kg, jadi ada dua item setiap bulan diterima,” ujarnya.

Dia menjelaskan, akan tetapi jika masyarakat penerima bantuan tersebut beberapa bulan berhenti atau tidak menerima sehingga dapat di rapel.

“Sehingga satu orang ada yang mendapatkan beberapa karung beras, lalu kaitanya yang digesek itu penerimaanya tidak rutin tergantung dari pusat,” ungkapnya.

“Pada saat pusat memberikan tahu ke daerah mensosialisasikan hal itu, jadi kalau yang kartu PKH tidak rutin setiap bulan akan tetapi kalau BPNT-nya setiap bulan,” imbuhnya.

Dikatakanya, pihaknya hanya memonitoring proses penerimaan bantuan tersebut. “Kami hanya melihat, sudah sesuaikah dengan yang berhak menerimanya sehingga pemantauan kamu tidak sendirian ada juga dari Babinsa dan Babinkamtibmas yang berada di Desa masing-masing,” katanya.

Dirinya berpesan kepada masyarakat yang telah mendapatkan bantuan program tersebut agar dipergunakan sebaik-baik mungkin. “Pesan kami dari pihak Kecamatan, bahwa para PKH yaitu yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun bantuan keuangan secara langsung melalui Bank BNI, agar memanfaatkan serta mengoptimalkan sesuai kebutuhanya,” pesannya untuk masyarakat.

“Jangan sampai mereka (masyarakat) yang menerima uang lalu dipakai untuk hal-hal tidak semestinya,” sambungnya.

Menurutnya, kedepanya agar lebih tepat sasaran penerima kartu PKH, pihaknya memohon ke pihak terkait agar mengupdate data. “Jangan sampai ada masyarakat yang komplain tidak menerima bantuan, itu yang kami hindari kedepanya,” tandasnya.

“Sehingga ada program dari Dinas Sosial, itu akan ada petugas yang ahli IT di masing-masing Desa dan satu Desa kita rekrut empat orang petugas dan dikasih honor untuk petugas tersebut,” imbuhnya

Menanggapi hal itu, seorang warga Palir yang mendapatkan program BPNT, Emi mengatakan, bahwa dirinya sangat senang mendapatkan program bantuan tersebut bahkan menurutnya program tersebut sangatlah bermanfaat baginya.

“Merasa senang dapat sembako berupa beras dan telur,” kata dia sambil tersenyum.

Hal senada juga diungkapkan, Satini menuturkan, adanya program tersebut sangat bermanfaat. “Senang sekali dapat program BPNT, syukur-syukur setiap bulanya cair,” tuturnya sambil tersenyum. Mu

Leave A Reply

Your email address will not be published.