Adakan Bimtek Budidaya Ayam Ternak, Kementan Bertekad Entaskan Kemiskinan

0

news.inderawaspada.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya ayam dan pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) di Aula Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Sabtu (9/3).

Dalam acara tersebut, terlihat para peserta sangat antusias mengikuti bimbingan gerakan penyuluhan seperti, para petani dan santri milenial yang akan menghadapi lumbung pangan dunia tahun 2045.

Kementerian Pertanian RI melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dr Ir. Momon Rusmono, M.s mengatakan, terkait dengan program bekerja untuk bantuan ayam diwilayah Jawa Barat ada sekitar 850 kelompok santri tani milenial. Masing-masing dari Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) akan mendapatkan bantuan sekitar 500 ekor ayam, kandang, pakan, obat-obatan dan termasuk ada pelatihan.

“Satu kelompok santri tani milenial (KSTM) anggotanya 20 sampai 30 orang, dan 10 orang akan dilatih bagaimana melakukan budidaya ayam termasuk juga dengan pemasaranya,” katanya pada awak media.

Dari sosialisasi program Kementan RI, kata Momon, akan memberikan bantuan seperti alat dan mesin pertanian untuk kesejahteraan. Selain itu, ada juga bantuan tanaman perkebunan seperti Holtikultura.

Menurut Momon, Wilayah Cirebon merupakan sebagai lumbung pangan Provinsi Jawa Barat bahkan hingga Nasional. Untuk itu, bantuan-bantuan dari Pemerintah seperti ini bisa semakin meningkat agar petani lebih sejahtera.

Adapun dalam hal penerimaan bantuan, Dia juga menjelaskan akan melakukan monitoring terlebih dahulu. Karena mekanisme dalam pemberian harus dilakukan identifikasi maupun verifikasi mengenai kelayakan penerima. “Seperti jika dalam satu pondok pesantren mempunyai potensi agro bisnis, maka akan menerima lebih dari satu kelompok,” jelasnya.

Dari penerimaan tingkat Provinsi, Pondok Pesantren Wilayah Cirebon mendapatkan bantuan mencapai 85 kelompok dan masuk di tiga terbanyak di Jawa Barat termasuk Bogor, Tasikmalaya dan Cirebon.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, H Ali Efendi mengatakan ada peningkatan dalam penerimaan bantuan dari tahun sebelumnya. Di tahun ini sekitar 350 ribu ekor bantuan ayam yang terinci mencapai 500-1500 ekor ayam perkelompok di 81 Pondok Pesantren.

“Pada tahun sebelumnya Rumah Tangga Miskin berkisar 6000. Dan sekarang menjadi 6600,” ungkapnya.

Dikatakannya, Bimbingan Teknis (Bimtek) dan budidaya ayam yang dilakukan oleh Balai Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara juga dalam penyusunan dan pembentukan kelompok usaha bersama. Menurutnya, adanya pembekalan untuk kualitas para petani budidaya ternak, sehingga bisa meningkatkan sisi ekonominya.

Saat pembekalan, H Ali mengatakan para peserta seperti kelompok tani santri milenial juga dibekali untuk menguasai teknologi seperti memelihara, mengembangkan sampai pemasaran ayam ternak. Bahkan dirinya juga mengharapkan tentang adanya program tersebut, nantinya bisa menuai hasil dan mengentaskan rumah tangga miskin di Cirebon.

“Karena jika 50 ekor atau 30 ekor yang bertelor. Dari 30 ekor dikali 2500 hasilnya 75 ribu perhari, kira-kira bisa mengentaskan angka kemiskinan,” ujarnya.

Diketahui usai kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan Pemerintah secara simbolis, kegiatan pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) sebesar 160 juta, kawasan rumah tangga lestari (KRPL) atau kelompok wanita tani sebesar 50 juta. Selain itu bantuan yang diberikan adalah pompa, 10 ton pakan ayam, 5000 ayam ekor kampung, traktor dan lain sebagainya.

Selain sebagai peserta seperti 500 santri milenial, 410 Rumah Tangga Miskin (RTM) penerimaan ayam, 390 petani dan 352 penyuluh. Turut hadir diantaranya Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kepala Dinas Pertanian beserta stafnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Muspika Kecamatan Sumber. Mu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: