Ratusan Warga di Desa Weru Lor Antusias Ajukan Bantuan UMKM

0

Cirebon, inderawaspada.com- Ratusan warga di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, antusias mengajukan program bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tahap II sebesar Rp 2,4 juta di kantor desa tersebut, Rabu, (21/10/2020) siang.

Kuwu Weru Lor, Hasan bisri menjelaskan antusias warga yang mendaftarkan program bantuan tersebut mulai terlihat sejak Selasa (20/10) kemarin.

“Kalau dua hari ini sudah hampir ratusan warga yang mendaftarkan program bantuan UMKM di gelombang II,” kata Hasan kepada sejumlah wartawan diruang kerjannya.

Menurutnya, berdasarkan surat edaran Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Cirebon Nomor 518/339/UMKM/2020 dan surat Sekertaris Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Nomor 491/SM/ X/2020, perihal perpanjangan pendataan program BPUM dimulai sejak Minggu (18/10) hingga Selasa (17/11) kedepan.

Dalam rangka pengajuan program bantuan tersebut, Hasan menyatakan, bahwa pihaknya berkewajiban untuk melayani warganya dengan sebaik-baiknya.

“Tapi rezekinya tergantung dari keputusan yang diatas (pemerintah pusat), karena memang dari atas ada kriteria-kriterianya lagi. Kita membantu sebaik-baiknya pelayanan untuk warga,” terangnya.

Namun begitu, dirinya berharap program bantuan tersebut dapat membantu warga setempat atau pelaku usaha yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Sehingga pemerintah pusat mengambil kebijakan membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, sehingga usahanya lancar,” kata Hasan.

Sementara itu, warga setempat Erni Meidah mengungkapkan alasannya mengajukan program bantuan UMKM. Dia mengatakan, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk menambah modal usaha jualannya ditengah pandemi Covid-19.

“Semoga saja di ACC dapat UMKM biar bisa buat penambahan modal usaha warung saya,” katanya usai menyerahkan berkas pengajuan bantuan UMKM di kantor Desa Weru Lor.

Ditempat yang sama, warga setempat
Juahriyah menuturkan, ia menginginkan penambahan modal usaha jualannya. Sebab, ditengah pandemi Covid-19 ini omzet penjualannya mengalami penurunan drastis.

READ  Jurnalis PWRI Harus Berperan Aktif Hadapi Penyalahgunaan Media Siber

“Karena jualannya sepi, sebelum ada pandemi Covid-19 biasanya rame banyak orang mampir, sekarang boro-boro gak ada,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: