KNKT Minta Jam Istirahat Sopir Diperhatikan, Soerjanto Ungkap Pemicu Kecelakaan

0

Cirebon, Inderawaspada.com- Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahtono menggelar rapat accident review forum bertajuk tema komitmen perusahaan angkutan penumpang umum dengan implementasi sistem manajemen angkutan umum yang baik dan berkualitas. Helatan tempat rapat tersebut di Jalan Tuparev, Hotel Patra Jasa, Kabupaten Cirebon pada Kamis 5 Maret 2020 pagi.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahtono menghimbau kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Gubernur, Bupati, dan Walikota, agar sarana dan prasarana tempat istrahat untuk para pengemudi dapat disediakan. Hal ini untuk meningkatkan kualitas istirahat bagi para pengemudi itu sendiri.

“Nah ini yang kita imbau Menteri Pariwisata, Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk menghimbau hotel-hotel atau Borobudur menyediakan tempat istirahat untuk pengemudi,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di acara tersebut.

Bahkan, dalam persiapan mudik lebaran, Soerjanto pun meminta jam kerja para pengemudi dapat di perhatikan.

“Kelihatannya hal sepele juga, didalam rangka persiapan mudik lebaran ini kita juga minta di monitor jam kerja pengemudi. Karena kita melihat pengemudi dari Jakarta ke Blitar, sampai di Blitar satu jam mandi-mandi, istirahat sebentar balik lagi ke Jakarta,” jelasnya.

Soerjanto mengungkapkan, pemicu dari penyebab kecelakaan lalu lintas dikarenakan pengemudi kurang maksimal dalam beristirahat.

“Salah satunya melalui mengenai jam istirahat pengemudi sama kualitas istrat. Nah sementara ini kita tahu kecelakaan bus Sinar Jaya di tol Cipali yang dulu itu supirnya ngantuk ternyata supirnya kurang istrahat,” ungkap Soerjanto sambil mengingat hal tersebut.

Dalam kesempatan itu, Soerjanto menuturkan, saat pengemudi mengantarkan penumpang yang tengah lelah ke sebuah hotel. Dimana pengemudi itu pergi untuk beristirahat di dalam bagasi bus. Hal itulah yang membuat kualitas istirahatnya kurang baik.

“Terutama kita juga kalau bus wisata kita berwisata ke Jogja, sudah sampai di Jogja penumpangnya diantar ke hotel. Pengemudinya entah kemana, dipinggir alun-alun, sementara dia (pengemudi) tidur di bagasi bus. Sehingga kualitas istirahatnya kurang baik,” tuturnya.

Simak selengkapnya di bawah ini:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: