Pemkab Cirebon Berkeinginan Miliki Sirkuit dan Taman Edukasi Lalu Lintas

0

Cirebon, inderawaspada.com- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon berkeinginan memiliki taman lalu lintas serta sirkuit edukasi lalu lintas. Nantinya, taman lalu lintas untuk wahana edukasi anak sejak usia dini. Mereka harus diberikan edukasi tentang tata cara berlalu lintas. 

 

 

 

Sedangkan sirkuit edukasi adalah tempat uji kompetensi (TUK), setiap sekolah mengemudi wajib memiliki sirkuit minimal seluas 5000 meter persegi (M2).

 

 

 

Dalam praktek latihan mengemudi tidak diperboleh dijalan-jalan. Untuk pemula maka sekolah mengemudi wajib menyewa sirkuit edukasi yang pemerintah daerah miliki.

 

 

 

 

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih menjelaskan, bahwa taman lalu lintas dapat digunakan untuk wahana edukasi anak usia dini.

 

 

 

 

“Karena pendidikan daripada tentang lalu lintas ini tidak hanya dari pengemudi, kita mulai sedini mungkin. Mulai dari anak-anak, taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA),” ujar Ayu sapaan akrab Wahyu Tjiptaningsih usai menghadiri kegiatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi pengemudi yang diselenggarakan di Pasar Gaya, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon pada Rabu (23/6/2021).

 

 

 

 

 

Tidak hanya itu, Ayu juga mengatakan, nantinya sirkuit edukasi lalu lintas dapat digunakan sebagai tempat uji kompetensi dan sertifikasi pengemudi di Kabupaten Cirebon.

 

 

 

 

“Dan disana juga nanti setelah ini dilakukan tempat pengujian kompetensi untuk para pengemudi,” terangnya.

 

 

 

 

 

Menanggapi hal itu, Ketua Harian Pusat Himpunan Profesi Pengemudi Indonesia (HPPI), Eddy Suzendi merespon positif terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon yang berkeinginan memiliki taman lalu lintas serta sirkuit edukasi.

 

READ  Membongkar Dugaan Penyerapan Dana Desa Gombang Fiktif

 

 

 

“Alhamdulillah tadi disampaikan oleh beliau Wakil Bupati Cirebon, kedepan kita akan memiliki taman lalu lintas dan sirkuit edukasi untuk tempat uji kompetensi seperti hari ini,” kata Eddy.

 

 

 

 

Menurutnya, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan lahan seluas 1,8 hektare untuk membangun taman dan sirkuit tersebut.

 

 

 

 

“Tinggal bagaimana membangunnya, mungkin kita akan meminta bantuan ke kementerian Perhubungan dengan anggaran alokasi khusus (DAK) atau melalui Provinsi,” pungkasnya.

 

 

 

 

Eddy menjelaskan, bahwa taman lalu lintas dapat dipergunakan untuk wahana edukasi anak usia dini. Ia mengatakan, mereka anak-anak usia dini harus diberikan tentang tata cara berlalu lintas. Selain itu, sirkuit wahana edukasi lalu lintas dapat dipergunakan sebagai tempat uji kompetensi dan sertifikasi pengemudi.

 

 

 

 

“Untuk anak-anak yang belum waktunya membawa sepeda motor nanti dari kepolisian akan membina dan nanti dari Jasa Raharja akan membina, jadi semua ada didalam itu. Jadi taman lalu lintas ada semua stake holder, ikut membina bagaimana mengetahui tentang jalan, bagaimana mengetahui tentang rambu lalu lintas,” terangnya.

 

 

 

 

“Coba kita lihat dalam keseharian ada yang faham tidak dengan garis marka yang terputus-putus, yang lurus tidak terputus? Terkadang ada aja kendaraan yang menyalip, baik roda dua (R2) maupun roda 4 (R4). Karena kebanyakan para pengguna jalan tidak memahami tentang rambu maupun marka,” lanjut Eddy.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: