KARAKTER PEDANG ZAMAN NABI

0
Inderawaspada, Prof Tendy – Banyak yang mengklaim bahwa bilah yang dimilikinya berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW, bahkan yang lebih ekstrem menyatakannya sebagai milik Nabi. Hati-hati, jangan mudah terperdaya dengan statemen seperti ini. Kemungkinan orisinalitasnya sangat kecil, jika bukan produk imitasi.
Pada masa hidup Nabi, orang Arab memakai pedang yang diproduksi di Yaman. Apa indikatornya? Acuannya ada pada nama pedangnya sendiri. Kebiasaan ini hanya dipakai orang Yemeni. Dzulfaqar, Al-Ma’thur, Al-‘Adb, Al-Qadib, Al-Battaar, Al-Mikhdham, dan Al-Rasub, adalah nama pedang-pedang Nabi yang termasyhur.
Selain persoalan penamaan, karakter pedang Yaman juga tampak dari rupa bentuk bilah yang bersangkutan. Berbeda jauh dari perkiraan, bilah Yaman ternyata double-edge soal sisi ketajaman. Hal ini meruntuhkan suatu pengakuan yang menyatakan bahwa pedang Nabi bentuk bilahnya hanya digunakan searah dalam penyerangan.
Ciri pedang Yaman yang spesifik lainnya adalah soal rupa atau bentukan. Para pengolah logam di Yaman pada awal masa kenabian ternyata membuat pedang tidak dengan lekukan. Sehingga klaim pedang Nabi adalah bilah yang memiliki belokan, tak lagi relevan. Sebab peninggalan yang masih dapat disaksikan tidak mengindikasikan demikian.
Apakah karakter pedang Yaman yang saya sampaikan di atas tanpa aturan? Tentu tidak kawan. Koin zaman Bani Umayah berukir Ksatria berpedang dapat jadi acuan. Belum lagi catatan dan syair dari negeri yang berkaitan bisa dihadirkan. Jangan lupa pula kawan, pedang-pedang sezaman di Museum Topkapi Turki dapat dibandingkan.
Sekedar harapan, agar tidak ada lagi yang mengungkapkan pengakuan berlebihan hanya demi keinginan mendatangkan keuntungan bagi oknum yang bersangkutan. Ingat kawanku yang budiman, semua itu nanti akan dipertanggungjawabkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: