Penanganan Sampah di Desa Setu Wetan Sukses Teratasi, Ini Penjelasannya 

0
Cirebon, inderawaspada.com- Penanganan sampah di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi paling utama. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan desa mandiri dalam mengatasi persoalan sampah dari tingkat paling bawah. 

 

 

Sementara itu, Kuwu Setu Wetan Ratnawati mengatakan keberadaan tempat pembakaran sampah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah di desa tersebut. Ia menuturkan, bahwa penanganan sampah secara mandiri di Desa Setu Wetan saat ini telah teratasi dengan baik.

 

 

“Alhamdulillah, sampah saat ini sudah habis terbakar semua. Jadi, gak punya sisa sampah seperti waktu kemarin (musim hujan). Biasanya waktu musim hujan, sampah dari pagi hingga sore masih ada. Sekarang pagi sampai siang saja, sudah tidak ada sampah sama sekali,” ujar Ratnawati disela-sela kesibukannya pada Jumat, 9 April 2021 siang.

 

 

Dia mengatakan suksesnya dalam penanganan sampah di Desa Setu Wetan tidak lepas dari dukungan warga, pemdes, dan tim pengelola sampah desa tersebut.

 

 

“Alhamdulillah suksesnya penanganan sampah ini tidak lepas dari dukungan warga, dan pengelola sampah serta pihak desa. Jadi sampah itu, sangat penting harus ditangani,” katanya.

 

 

 

 

Ratnawati berharap kedepannya Desa Setu Wetan menjadi desa mandiri dalam hal menangani sampah dari tingkat paling bawah.

 

 

 

“Sesuai dari kemauan Pak Camat Weru, bahwa tahun 2024 itu setiap desa di Kecamatan Weru harus bisa mengani sampah sendiri dari bawah atau dari desa sendiri,” ucap Ratnawati.

 

 

 

“Karena kita tahu sendiri, bahwa Kabupaten Cirebon sudah darurat sampah. Dengan penanganan sampah dari bawah, kita bisa menangani sampah sendiri. Insyaallah, bisa membantu pihak Pemerintah Kabupaten Cirebon,” lanjutnya.
Proses pembakaran sampah.
Proses pembakaran sampah.

 

READ  Kutipan Akta Nikah Masih Gadis, Nyatanya Fifi Diketahui Pernah Menikah Dengan Warsono

 

Sementara itu, Ketua Pengelola Sampah Desa Setu Wetan, Teguh Santoso menjelaskan setiap hari tempat pembakaran sampah ini mampu membakar sampah sebanyak 6 hingga 7 gerobak.

 

 

 

“Untuk tempat pembakaran sampah ini, ada 9 RT yang masuk ke pembakaran sampah. Setiap hari itu, kurang lebih antara 6 sampai 7 gerobak sampah,” terangnya di tempat terpisah.

 

 

Menurut dia, dalam 1 gerobak yang berisi sampah kering rata-rata memiliki berat kurang lebih sebanyak 150 kg.

 

 

 

“Karena kondisi di musim kemarau sampah banyak yang kering, jadi di tempat pembakaran kita gak terlalu sulit. Jadi setiap hari, pagi sampai siang sampah sudah habis terbakar,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Oleh karena itu, ia menyatakan di tempat pembakaran sampah tersebut hingga saat ini mampu tertangani dengan baik. 

 

 

 

“Alhamdulillah di tempat pembakaran sekarang ini sudah habis, dan sudah tertangani. Itu kerja keras antara pengangkut sampah dengan pembakar sampah yang ada di tungku ini,” katanya. 
 
 
 

 

 
Teguh mengungkapkan kunci sukses keberhasilan dalam hal penanganan sampah secara mandiri di Desa Setu Wetan, yakni membutuhkan kerjasama antara warga dengan pemdes, dan tim pengelola sampah.
 
 
 

 

 

 
“Yang jelas butuh kerjasama antara warga, pemdes dan pengelola sampah. Tidak di pungkiri, bahwa Pemdes Setu Wetan sangat membantu dalam suksesnya adanya penanganan sampah di Desa Setu Wetan,” pungkasnya. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: