Jumlah Penerima BPNT di Kecamatan Weru Turun Sebanyak 72,12 Persen 

0

Cirebon, inderawaspada.com- Jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada bulan Maret 2021 mengalami penurunan sebanyak 4.020 keluarga penerima manfaat (KPM) atau setara dengan 72,12 persen. Dari sebelumnya pada periode bulan Februari lalu sebanyak 5.574 KPM, sekarang menjadi 1.554 KPM. 

 

 

“Kita berkaca di bulan kemarin Februari tahun 2021, data yang tersalurkan 5.574 KPM. Nah sekarang, di surat perintah pencairan dana (SP2D) bulan Maret ini hanya 1.554 KPM. Berarti antara Februari sampai Maret, ada data KPM yang tidak muncul sebanyak 4.020 KPM,” ujar Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Kecamatan Weru, Nasirudin di sela-sela kesibukannya pada Senin (29/3/2021) pagi.

 

 

 

Ia menjelaskan dari jumlah angka 1.554 KPM telah tersebar di 9 desa wilayah Kecamatan Weru.

 

 

 

“Di Desa Karangsari semula 944 KPM, sekarang tinggal 340 KPM,” terang Nasirudin sambil mencontohkan.

 

 

 

Menurutnya kondisi tersebut terjadi di tingkat nasional. Hal ini, kata dia, setelah dirinya mengkonfirmasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.

 

 

 

 

“Bahwa itu ada persoalan perbaikan data yang NIK invalid, dan lainnya itu lagi diperbaiki. Jadi anggap saja ini bantuan yang terpending. Di pertengahan bulan Maret, ada kabar data yang muncul di SP2D ternyata berkurang signifikan,” tutur Nasirudin.

 

 

 

Bahkan, ia mengaku mendapatkan beragam macam pertanyaan dari warga yang semula sebagai penerima BPNT, namun sekarang tidak menerima program bantuan tersebut.

 

 

 

“Kalau KPM sih banyak yang bertanya- tanya, kapan bantuan itu turun, kapan bantuan ini (BPNT) disalurkan, dan kenapa banyak warga yang tadinya dapat sekarang gak dapat,” ungkap Nasirudin sambil mengingat pertanyaan dari warga.

READ  Data Penerima Bansos Provinsi Jabar Tahap II Lebih Akurat

 

 

 

Oleh karena itu, ia berharap kepada semua pihak terkait agar dapat memberikan sosialisasi atau pemahaman terhadap KPM terkait hal tersebut.

 

 

 

 

“Bahwa persoalan ini bukan hanya individu atau desa tertentu, satu kabupaten, dan satu provinsi tetapi tingkatnya nasional keseluruhan ada penurunan,” katanya.

 

 

 

Selain itu, ia juga berharap kepada KPM yang namanya tidak tercantum sebagai penerima BPNT agar tetap bersabar terlebih dahulu.

 

 

 

“Adapun masyarakat yang tadinya muncul sekarang gak muncul saldonya, harap bersabar. Artinya, kami disini masih tetap dalam perbaikan data,” pinta Nasirudin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: