Camat Jamblang Tak Sabar Ingin Disuntik Vaksin Covid-19 

0

Cirebon, inderawaspada.com- Camat Jamblang, Kabupaten Cirebon, Abadi mengaku sudah tidak sabar ingin disuntik vaksin Covid-19.

 

 

 

“Jadi saya sendiri sangat siap untuk di vaksin Covid-19, lebih cepat lebih baik,” ujar Abadi kepada sejumlah awak media diruang kerjannya pada Senin (15/3/2021) siang.

 

 

 

Abadi mengemukakan beberapa alasannya bahwa ia sudah tidak sabar untuk disuntik vaksin Covid-19.

 

 

 

“Vaksin Covid-19 dapat meningkatkan imun atau kekebalan tubuh, jadi diharapkan dengan vaksinasi ini dampak tertular oleh Covid-19 itu sangat kecil,” ungkapnya.

 

 

 

Dia menuturkan beberapa rangkaian jadwal pemberian vaksinasi Covid-19 dosis pertama diwilayah Kecamatan Jamblang akan dilaksanakan pada Rabu, 17 Maret 2021 dengan total sebanyak 147 orang. Ia menjelaskan jadwal tersebut dibagi dalam dua sesi. Dimana sesi pertama sebanyak 61 orang akan diberikan vaksinasi Covid-19 pada pukul 08.15 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

 

 

 

 

“Adapun sesi pertama itu yang akan divaksin adalah seluruh pegawai Kecamatan, kuwu beserta perangkatnya plus Ketua PKK Desa Jamblang, Sitiwinangun, Wangunharja,” terang Abadi.

 

 

 

Sedangkan untuk sesi kedua, lanjut Abadi, dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB.

 

 

 

“Sesi keduanya, jumlahnya 86 orang yang terdiri dari Desa Bojong Wetan, Bojong Lor, Orimalang, Bakung Kidul, Bakung Lor, dan untuk desa tersebut kuwu beserta perangkatnya plus Ketua PKK desa ikut vaksinasi Covid-19,” katanya.

 

 

 

Dalam kesempatan ini, Abadi mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Jamblang untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 sembari terus menerapkan protokol kesehatan.

 

 

 

“Mari kita berbondong-bondong mensukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. Karena dengan suksesnya vaksinasi, mudah-mudahan penyebaran Covid-19 kedepannya berangsur angsur hilang,” ucap Camat Jamblang ini.

READ  Rutan Perempuan Surabaya Sosialisasikan Cegah Kanker Serviks

 

 

 

 

“Meskipun sudah divaksinasi Covid-19, bukan berarti kita bebas untuk tidak memperhatikan protokol kesehatan (Prokes), jadi tetap Prokes harus dilaksanakan setiap harinya,” imbuh Abadi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: