Herman: Alokasi Pupuk Subsidi di Kabupaten Cirebon Masih Kurang 

0
Cirebon, inderawaspada.com- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, terus berupaya mengusulkan sisa tambahan alokasi pupuk bersubsidi. Nantinya, usulan tersebut berdasarkan pesanan masyarakat petani melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2021. Dimana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon melalui Distan setempat membuat surat usulan itu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat maupun ke Kementerian Pertanian (Kementan). 

 

“Agar alokasi ini (pupuk bersubsidi) disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat petani di Kabupaten Cirebon, tentunya sesuai dengan pesanan masyarakat petani melalui e-RDKK tahun 2021,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Distan Kabupaten Cirebon, Herman Hidayat diruang kerjannya pada Selasa, 9 Maret 2021.

 

Menurutnya, bahwa Kabupaten Cirebon saat ini tengah membutuhkan ketersediaan pupuk bersubsidi. Hal tersebut terlihat dari hasil pesanan masyarakat petani melalui sistem e-RDKK tahun 2021.

 

 

“Kondisi pupuk subsidi di Kabupaten Cirebon memang secara global dari kebutuhan pupuk berdasarkan pesanan masyarakat melalui e-RDKK tahun 2021, bahwa Kabupaten Cirebon ini membutuhkan pupuk subsidi,” ujarnya.

 

 

Oleh karena itu, berdasarkan pesanan masyarakat petani melalui sistem e-RDKK tahun 2021, Herman menyebutkan bahwa untuk kebutuhan pupuk urea sebanyak 26.087 ton. Dari angka itu, baru teralokasikan ada 23.708 ton. Selain itu, pupuk SP-36 sebanyak 1.991 ton. Dari angka itu, baru teralokasikan ada 1.932 ton.

 

 

 

 

Sementara, lanjut dia, pupuk ZA sebanyak 6.893 ton. Dari angka itu, baru teralokasikan ada 5.891 ton. Tidak hanya itu, NPK sebanyak 33.024 ton. Dari angka itu, baru teralokasikan ada 12.963 ton. Terakhir, pupuk organik sebanyak 4.086 ton. Dari angka itu, baru teralokasikan ada 3.044 ton.

 

 

“Sekarang sudah alokasi kedua yang diluncurkan oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. Intinya berarti untuk satu tahun kebutuhan pupuk atau alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Cirebon masih kurang, pupuk urea saja baru 91 persen berarti 9 persennya belum,” ujar Kabid Tanaman Pangan ini.

 

Masih menurutnya, berdasarkan pengalaman perubahan tambahan alokasi pupuk subsidi Kabupaten Cirebon pada tahun 2020 sampai alokasi ke-8. 

 

READ  Cerita Raden Sulendra Soal Penyebab Banjir di Wilayah Desa Gamel 

 

 

 

“Mudah-mudahan pada tahun 2021 ada alokasi tambahan pupuk subsidi untuk Kabupaten Cirebon. Sehingga, semua kebutuhan pupuk subsidi masyarakat tani di Kabupaten Cirebon bisa terpenuhi semuanya,” jelas Herman.

 

 

Tentunya, terang dia, bahwa pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun e-RDKK.

 

 

 

 

“Apabila tidak tercover namanya dalam e-RDKK, tidak bisa dilayani. Makanya, masyarakat tani untuk memesan atau membeli pupuk subsidi ini harus tercover dalam rencana e-RDKK,” ucapnya.

 

 

 

 

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa ketersediaan pupuk subsidi pada musim tanam (MT) 2021 ini memang terbatas jumlahnya.

 

 

 

 

“Pupuk ada, cuma terbatas. Makanya untuk musim tanam (MT) sekarang saya kira aman-aman saja, tergantung nanti dari pihak produsen menyalurkan kepada distributor untuk musim tanam (MT) sekarang,” tutur Herman.

 

 

 

 

Walaupun begitu, dirinya berharap bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi yang telah di pesan oleh masyarakat petani melalui e-RDKK dapat terpenuhi semuanya.

 

 

“Kebutuhan pupuk harus terpenuhi sesuai dengan pesanan masyarakat petani melalui e-RDKK yang tercover dalam e-RDKK tersebut,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: