HPSN 2021, Kadis LH Kabupaten Cirebon Dukung Kelola Sampah Jadi Bahan Baku Ekonomi 

0

Cirebon, inderawaspada.com- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya mengatakan bahwa peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) merupakan momentum strategis untuk membangun kesadaran publik dalam upaya pengurangan sampah yang hasilnya dapat memberikan dampak positif. 

 

 

 

 

Ia menjelaskan pengolahan sampah juga bisa membuat bahan baku sampah menjadi barang yang menghasilkan nilai ekonomi di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut dipusatkan dalam rangka mendukung ‘Gerakan Nasional Pilah Sampah Dari Rumah’.

 

 

 

 

“Dan sudah saatnya platform HPSN menjadi babak baru pengelolaan sampah di Indonesia khususnya di Kabupaten Cirebon, dengan menjadikan sampah menjadi bahan baku ekonomi,” ujar Deni diruang kerjannya pada Senin, 22 Februari 2021 siang.

 

 

 

 

Deni menyatakan peringatan HPSN pada 2021 ini adalah untuk mendukung program pemerintah pusat. Dukungan itu, lanjut ia, seperti menggalakan pengolahan sampah menjadi bahan baku ekonomi di masa pandemi Covid-19. Terkait itulah, pada peringatan HPSN 2021 yang jatuh pada 21 Februari 2021, ia mengajak masyarakat mengelola sampah agar dapat menjadi nilai ekonomis. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi sampah di Kabupaten Cirebon. 

 

 

 

 

“Jadi (HPSN) dimulai tanggal dari (8/2) sebenarnya dengan rangkaianya sudah dilaksanakan, dan besok (23/2) pun kami akan serentak menabung sampah anorganik di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” katanya.

 

 

 

 

 

Ia mengemukakan dalam peringatan HPSN ini bahwa DLH Kabupaten Cirebon menjadi pelopor pusat kegiatan masyarakat.

 

 

 

 

 

“Kita harus merangkum semua itu, dan melaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia,” tutur Deni.

READ  JKSN se Madura Mantapkan Pilihan ke Jokowi-Ma'ruf

 

 

 

 

 

Dalam momentum HPSN, dirinya berujar bahwa setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari diri seseorang masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

 

 

 

 

 

“Kita harus sadar, bahwa sampah itu adalah tanggung jawab diri pribadi masing-masing, kita termasuk saya penghasil sampah harus bertanggung jawab terhadap sampah saya sendiri,” pungkas Deni.

 

 

 

 

 

Ia mencontohkan kita dapat memasukan sampah non organik dengan menggunakan barang bekas yang tidak sekali pakai seperti salah satunya adalah botol air minum dalam kemasan plastik.

 

 

 

 

 

“Jadi kita harus buang sampah pada tempatnya, kalau misalnya kita sudah terlanjur bawa kantong plastik, gimana nih jangan buang sampah sembarangan? Kalau bisa gunakanlah bahan-bahan yang tidak sekali pakai. Contohnya, membawa botol minum dalam kemasan dari rumah,” terangnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: