Tahun 2021, 75 Unit Rutilahu Di Desa Setu Wetan Akan Diperbaiki

0
Cirebon, inderawaspada.com- Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon menggelar sosialisasi kepada setiap calon penerima manfaat (CPM) di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, tentang bantuan sosial (Bansos) perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, pada Rabu (18/2/2021). 

 

 

 

 

Tim Teknis DPKPP Kabupaten Cirebon, Yeni Triana menyebutkan sebanyak 75 unit Rutilahu di Desa Setu Wetan yang akan diperbaiki pada 2021. Ia menjelaskan bahwa tujuan perbaikan Rutilahu ini untuk mewujudkan hunian yang sehat bagi masyarakat.

 

 

 

“Karena rumah tidak layak huni (Rutilahu) menjadi layak huni, harus fokus ke rumahnya bukan ke yang lain-lainnya,” ujar Triana usai acara sosialisasi Bansos Rutilahu di SDN 1 Setu Wetan.

 

 

Menurutnya, ada tiga kriteria dalam pelaksanaan pembangunan Rutilahu. Ketiga kriteria itu yakni, keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan luas ruangan.

 

 

 

“KPM wajib punya swadaya, karena bantuannya stimulan atau pancingannya (swadaya). Kalau tidak punya swadaya, nantinya pembangunannya akan tersendat karena ini hanya sifatnya stimulan,” katanya.

 

 

 

Triana menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat program rutilahu akan diberi bantuan senilai Rp 17,5 juta. Bantuan tersebut untuk material bangunan sebesar Rp 16,5 juta. Sisanya Rp 700 ribu untuk upah tenaga kerja dan Rp 300 ribu untuk administrasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPMD).

 

 

“Semua keluarga penerima manfaat program rutilahu akan menerima bantuan dalam bentuk fisik atau material bahan bangunan,” terangnya.

 

 

 

Dia mengatakan, penyaluran bantuan Rutilahu rencananya akan dilaksanakan pada April 2021 mendatang. Ia menyebutkan, Pemprov Jabar menargetkan 60 persen sampai 70 persen di termin pertama dan sisanya 30 persen sampai 40 persen untuk tahap kedua pada Agustus 2021 mendatang.

 

READ  Pelantikan GM FKPPI 10.18 Majalengka

 

 

“Kalau rencana dari Pemprov Jabar itu sekitar bulan April, dan itupun tergantung dari keuangan Pemprov Jawa Barat,” ujar Triana.

 

 

 

Triana menegaskan, bahwa setiap KPM Rutilahu tidak akan diberikan nota-nota pembelanjaan material. Sebab, yang mengelola pembelanjaan bahan-bahan material tersebut adalah LPMD setempat.

 

 

 

“Nanti KPM itu hanya menerima daftar bahan bangunan, yang masing-masing dicek oleh KPM pada saat bahan bangunan itu datang ke rumah masing-masing KPM,” kata Triana.

 

 

 

“Dan pasti dilaporanya itu sesuai Rp 16,5 juta, jadi kenapa kami menyampaikan di sosialisasi ke CPM itu tidak menerima nota? Karena diaturanya itu, CPM (KPM) tidak perlu dikasihkan nota karena yang belanja itu LPM,” imbuhnya.

 

 

 

Sementara itu, Kuwu Desa Setu Wetan, Ratnawati mengatakan bahwa perbaikan sebanyak 75 unit Rutilahu merupakan sejarah di desa tersebut.

 

 

 

“Alhamdulillah, terima kasih buat Pemprov Jabar yang sudah memberikan kepercayaanya untuk Desa Setu Wetan untuk membangun perbaikan Rutilahu,” kata Ratnawati.

 

 

 

Ia menjelaskan keluarga calon penerima manfaat program rutilahu merupakan hasil usulan Pemerintah Desa (Pemdes) Setu Wetan melalui LPMD. Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi oleh Pemkab Cirebon, dan Pemprov Jabar.

 

 

 

“Semoga bantuan ini (Rutilahu) bisa memberikan manfaat, dan berguna serta barokah buat penerima bantuan tersebut,” jelasnya.

 

 

 

Untuk itu, Ratnawati menyampaikan pesan kepada LPMD Setu Wetan agar bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dalam melaksanakan perbaikan Rutilahu.

 

 

 

“LPM harus sesuai tupoksi dari pendamping dari Pemerintah Kabupaten Cirebon,” tegasnya.

 

 

 

READ  Ini Upaya Dinkes Putus Mata Rantai Covid-19 di Kabupaten Cirebon
Ketua LPMD Setu Wetan, Itang menjelaskan bantuan Rutilahu merupakan stimulan yang dimanfaatkan bagi setiap KPM.

 

 

 

“Makanya saya sangat memperhatikan, semoga bermanfaat untuk warga yang dapat bantuan Rutilahu,” ujarnya.

 

 

 

Dia berharap dengan adanya bantuan Rutilahu dapat mewujudkan hunian yang sehat bagi masyarakat.

 

 

 

“Semoga mereka dapat tidur di rumah itu aman, nyaman, tenang, dan damai,” kata Itang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: