Dampak PJJ Bagi Perkembangan Siswa, Begini Kata Kadisdik Kabupaten Cirebon 

0

Cirebon, inderawaspada.com- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, H Asdullah SA mengungkapkan beberapa dampak negatif bagi perkembangan mental siswa dari sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19, salah satunya adalah berdampak kepada kedisiplinan siswa. 

 

 

 

 

 

“Dengan belajar daring (online), kapan waktunya mungkin bisa siang hari. Akhirnya, biasa anak-anak bangun pagi-pagi itu, sudah mader (mumpung) belajarnya daring (online),” kata H Asdullah SA usai menghadiri acara pelatihan ‘Belajar dari mana saja dengan G Suite For Education’ di SMPN 1 Plered pada Senin, 15 Februari 2021.

 

 

 

Selain itu, kata dia, para siswa merasa bosan berlama-lama diam di rumah selama proses pembelajaran jarak jauh ini berlangsung.

 

 

 

“Anak akan jenuh, dirumah saja akan jenuh. Padahal anak-anak kita ini sudah kangen kepada guru-gurunya, sudah kangen kepada teman-temannya,” ungkap H Asdullah SA.

 

 

 

Lebih jauh H Asdullah SA menceritakan bahwa ia sempat didatangi oleh salah satu orang tua murid yang mengeluhkan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

 

 

 

Dalam ceritanya, bahwa ada salah satu pasangan suami istri (Pasutri) bertengkar lantaran mereka (Pasutri) tidak bisa memberikan pembelajaran kepada sang buah hatinya selama pembelajaran jarak jauh itu berlangsung.

 

 

 

 

“Ada tukang becak datang ke saya. Ang waduh saya ini pegel temen ya, kapan bocah (anak SD) iki mangkat, kita tukaran bae karo rabi kita,” tutur dia sambil menirukan suara keluhan dari seorang orang tua murid.

 

 

 

 

 

“Kenapa tukaran (bertengkar)? istrinya gak bisa memberikan pembelajaran kepada anaknya disuruhnya bapaknya. Bapaknya kan mencari nafkah, akhirnya disitu terjadi pertengkaran antara ibu dengan ayah, gara gara seperti ini,” lanjut cerita H Asdullah SA.

READ  Kebebasan Pers Terancam, Walikota Cirebon Bersama Ketua DPRD Sepakat Tolak Pasal Karet RUU KUHP

 

 

 

 

 

Bahkan, ia pernah mengelilingi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cirebon yang tampak terlihat sepi tanpa kehadiran murid selama sistem pembelajaran jarak jauh itu diterapkan.

 

 

 

 

 

“Kelihatan sekolah sekarang bukan ditempati anak-anak, kelihatan itu sudah sepi karena apa? Kotor semua, karena apa? Karena kalau anak masuk ditugaskan untuk nyapu, menjaga kebersihan,” ucap dia.

 

 

 

 

 

 

Kendati demikian, dirinya berdoa semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Hal ini agar pembelajaran tatap muka kembali digelar.

 

 

 

 

 

“Walaupun dengan pola seperti itu minimalnya anak itu harus ada belajar tatap muka, tetapi jangan terlalu banyak minimal 5 orang sehari,” katanya.

 

 

 

Dampak ekonomi bagi pelaku usaha kantin sekolah selama pembelajaran jarak jauh 

 

 

 

Kadisdik Kabupaten Cirebon, H Asdullah SA juga membicarakan soal dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan semakin dirasakan oleh sopir angkutan kota (Angkot) maupun para pedagang kantin di lingkungan sekolah selama sistem pembelajaran jarak jauh diterapkan.

 

 

Lanjutnya, dampak yang cukup dirasakan adalah sulitnya perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro khususnya di lingkungan sekolah dan sekitarnya.

 

 

 

 

“Dampak kepada ekonomi, kalau anak sekolah masuk semua angkot penuh dampak penghasilan supir. Sekarang, tidak ada penumpangnya karena anak-anak sekolahnya gak pernah datang, akhirnya penghasilannya berkurang sudah dirumah, kebutuhannya harus,” ujarnya.

 

 

 

 

Menurut dia, dengan ditiadakannya aktivitas belajar di sekolah, para pemilik kantin pun terpaksa tidak dapat berjualan.

 

 

 

 

“Coba bayangkan, kalau setiap sekolah ada 700 siswa. Kalau setiap anak Rp 5 ribu saja berapa ratus ribu, banyakan perputaran disitu. Biar dapat penghasilan tukang kantin jualan, minimal kalau anak-anak sekolah berangkat semua bukan di kantin saja yang jualan, orang yang dipinggir jalan juga berdampak,” ucap H Asdullah SA.

READ  Cetak Lapangan Kerja Serta Kurangi Pengangguran, LKP GTI Cirebon Buka Peluang Pelatihan Kerja

 

 

 

 

“Tukang kantin belanja di pasar Plered, pasar Plerednya laku lagi akhirnya ekonomi berputar. Kuncinya di sekolah. Kalau aja tetap begini, gak ada kegiatan, tidak ada perputaran duit,” imbuhnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: