TPF Independen Mulai Telusuri Rahibnya Pompa Riol Berusia Hampir 100 Tahun

0

Kota Cirebon, Inderawaspada – Rahibnya Pompa Riol yang berusi hampir sertus tahun yang berlokasi di pintu masuk Taman Ade Irma kota Cirebon mulai diselidiki oleh Tim Pencari Fakta Independent yang digagas oleh Forum Lingkungan HIdup dan Budaya Nuswantra ( FLHB ) dipimpin lnagsung oleh Sekjen FLHB Prabu Diaz.

Tahap pertama TPF turun ke lokasi Riol didampingi oleh perwkilan Balai Pengawas dan Pemelelihara Cagar Budya Direktorat Jenderl Kebudayaan Kementrian Pendidikan RI, sebgia langkah observasi, investigasi dan pengumpulan dokumen pelengkap untuk pengkjian didampingi beberpa budyawan.

” Kami juga sudah mengirim surat kepada kejaksaan negeri kota Cirebon meminta pendampingan atau minimal memberikan saran terhadap TPF. Kemudian kami juga akan berkirim surat ke Polri, instansi terkait serta badan lain yang berkaitan dengan cagar budaya, asset pemerintah mupun badan lelang dll,” ujar Prabu Diaz.

TPF menurutnya akan dibgi beberapa divisi yang akan di kordinir oleh ahlinya yaitu, divisi cagar Budya, divisi investigasi dan observasi, divisi analis, divisi hukum dan divisi asset. Dimana masing-masing divisi akan bekerja dan melakukan langkah strategis untuk membuka tabir Rahibnya Pompa Riol peninggalan belanda yang konon di dunia hanya ada tiga keberadaan nya yaitu Belanda, Inggris dan Cirebon / Indonesia.

Apabila nanti ditemukan unsur pidana, lanjut Prabu Diaz , Pihakanya akan melaporkan kepada aparat hukum untuk diusut tuntas, pelaporan kan dilakukan mulia dari ke penegak hukum di Cirebon sampai tingkat pusat yiatu mbaes Polri dan Kejaksaan Agung RI dengan tembusan kepada kepala Negara serta Kementrian terkait.

” Sampai saat ini kami masih terfokus pada pengumpulan data dulu. Pastinya kami akan silaturahmi ke berbagai pihak dulu minta masukan dan arahan nya. Sehingga langkah kami pun bergerak sistimatis, ujar nya.(Aas)

READ  Adaptif di Masa Pandemi, SBI Pertahankan Kinerja Positif di Kuartal Pertama 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: