Kadinsos Kabupaten Cirebon Dukung Labelisasi Penyemprotan Rumah KPM PKH 

0

Cirebon, inderawaspada.com- Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra menyatakan bahwa ia mengapresiasi kegiatan yang labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru yang telah dilaksanakan pada Selasa (9/2) pagi. 

 

 

 

 

 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan terimakasih kepada Camat, Kuwu yang sudah mendukung kegiatan tersebut. Karena ini sangat membantu Pemda Cirebon,” ujar Dadang ketika ditemui diruang kerjannya pada Selasa (2/9/2021) sore.

 

 

 

 

 

Menurutnya, kegiatan labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah KPM PKH berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jendral (Dirjen) Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia pada Juni 2018 lalu.

 

 

 

 

 

“Nah dalam hal ini pendamping sudah bisa berkolaborasi dengan Kuwu, Camat dan Muspika,” katanya.

 

 

 

 

 

Dadang mengatakan bahwa 3 tahun yang lalu pihaknya sudah mewacanakan labelisasi dengan melakukan penempelan stiker setiap rumah KPM PKH. Namun dengan keterbatasan anggaran, rencana itu belum terlaksana dengan sepenuhnya.

 

 

 

 

 

Oleh karena itu, ia kembali mengapresiasi kepada Muspika Kecamatan Weru, Kuwu, dan seluruh pendamping sosial PKH di kecamatan tersebut. Sebab, ketika pihaknya masih mewacanakan rencana itu mereka sudah melakukan kegiatan melabelisasi rumah setiap KPM PKH dengan cat semprot atau pilok.

 

 

 

 

“Artinya pendamping PKH ini punya ide. Karena saudara Cucu pendamping PKH Kecamatan Weru ini adalah pendamping PKH terbaik kedua tingkat Jawa Barat,” tutur Dadang.

 

 

 

 

Dirinya menilai pemberian tanda labelisasi kepada setiap rumah KPM PKH dapat membantu petugas dalam melakukan pendataan penerima bantuan sosial (Bansos).

READ  Tak Kebagian Bansos, Emak-emak di Kabupaten Cirebon Ngamuk

 

 

 

 

 

“Tatkala ada Bansos, mereka sudah bisa memilah atau memilih mana masyarakat pra sejahtera yang belum menerima bantuan sosial. Artinya tidak tumpang tindih, biar transparan,” tutur Dadang.

 

 

 

 

 

Selain itu, lanjut Dadang pemberian tanda labelisasi dapat memotivasi KPM agar dapat Graduasi Mandiri (GM) serta tidak ketergantungan terhadap bantuan sosial. Sehingga, bantuan PKH dapat dialihkan kepada masyarakat yang layak menerima program bantuan tersebut.

 

 

 

 

 

“Artinya punya kesadaran apabila dia (KPM) sudah dilabelisasi mungkin dia punya rasa malu, bahwa KPM sudah mandiri artinya bisa segera keluar dari PKH,” jelas dia.

 

 

 

 

 

Dadang berharap kedepannya kegiatan labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah KPM PKH yang telah diinisiasi pendamping sosial tingkat Kecamatan Weru dapat ditiru kepada setiap kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Cirebon.

 

 

 

 

“Karena ini merupakan dorongan, atau desa-desa dan kecamatan lainnya untuk bisa melabelisasi sesuai anjuran pemerintah pusat,” kata Dadang.

 

 

 

 

Sementara itu, salah satu Koordinator Kabupaten (Korkab) Cirebon Ahmad Fauzan mengapresiasi kegiatan labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah KPM PKH di wilayah desa Kecamatan Weru.

 

 

“Saya selaku Korkab sangat mendukung kegiatan tersebut, karena ada beberapa hal yang positif. Kira-kira yang pertama, untuk identitas KPM itu sendiri. Jadi buat transparansi artinya, khalayak umum bisa tahu siapa-siapa yang penerima manfaat dari PKH,” ujarnya.

 

 

 

Fauzan melanjutkan bahwa kegiatan tersebut dapat memacu motivasi KPM PKH yang telah mampu secara ekonominya untuk Graduasi Mandiri (GM).

 

 

 

READ  Tandatangani 3 Poin Pokok, Kejari Tanjung Perak Terapkan Wilayah Bebas Korupsi

 

“Tadi supaya bahwa untuk sekiranya KPM mampu dia malu, jadi dengan sendirinya dia (KPM) akan secara suka rela untuk Graduasi mandiri,” kata Fauzan.

 

 

 

 

Menurut dia, Graduasi Mandiri (GM) menjadi salah satu kewajiban setiap pendamping PKH. Dimana, pada 2020 lalu setiap pendamping harus mencapai target Graduasi Mandiri (GM) sebanyak 10 persen.

 

 

 

 

“Jadi labelisasi sangat membantu temen-temen dilapangan untuk mencapai target Graduasi Mandiri (GM) tadi sebanyak 10 persen,” katanya.

 

 

 

Kegiatan labelisasi atau penyemprotan rumah KPM PKH di Desa Setu Wetan, Selasa (9/2) pagi.
Kegiatan labelisasi atau penyemprotan rumah KPM PKH di Desa Setu Wetan, Selasa (9/2) pagi.

 

 

 

Salah satu pendamping PKH Kecamatan Weru, Syarif menjelaskan bahwa kegiatan labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah KPM PKH di wilayah desa Kecamatan Weru ini sudah dilakukan sejak dua pekan lalu.

 

 

 

 

“Jadi labelisasi ini sudah berjalan dari dua minggu lalu diawali di Desa Karangsari, dan ini adalah Desa Setu Wetan yang terakhir,” kata dia.

 

 

 

Menurutnya, kegiatan labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah KPM PKH bertujuan sebagai kontrol sosial. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi salah sasaran juga sebagai efek jera bagi KPM yang secara ekonomi sudah mampu namun masih berebut bantuan.

 

 

 

“Kemudian apa yang dikeluhkan masyarakat itu yang terkait dengan tidak tepat sasaran, ada yang kaya kemudian dapat PKH. Intinya yang tidak tepat sasaran itu, kami melakukan penyemprotan ini supaya mereka-mereka yang kaya agar timbul rasa malu kemudian dia (KPM yang telah mampu) dengan sukarela untuk bisa mengundurkan diri,” tegas Syarif.

 

 

 

 

“Supaya tidak ada lagi ada bahasa di masyarakat itu tidak tepat sasaran, karena yang kaya dapat, yang pra sejahtera gak dapat,” imbuhnya.

READ  PJ Bupati Cirebon Sosialisasi UU Tata Ruang

 

 

 

Kendati demikian, ia menegaskan pihaknya tidak akan tebang pilih dalam melaksanakan kegiatan labelisasi atau penyemprotan pada setiap rumah KPM PKH.

 

 

 

“Semuanya, yang kaya atau pra sejahtera, semua KPM PKH, semuanya disemprot. Kecuali kalau dianya (KPM) kaya, makanya kalau tidak mau disemprot harus mengundurkan diri,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: