Pra Musrenbang 2021 Digelar, Solusi Penanganan Banjir di Desa Kalitengah Diusulkan 

0

Cirebon, inderawaspada.com- Pemerintah Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon mengusulkan anggaran untuk penanganan banjir dan kekeringan di wilayah Blok Bandil, Desa Kalitengah dan sekitarnya. Usulan tersebut diajukan untuk rencana kegiatan infrastruktur di tahun anggaran 2022 mendatang. 

 

 

 

Camat Tengahtani Suharto menjelaskan beberapa usulan untuk penanganan banjir dan kekeringan di wilayah desa tersebut diantaranya membuat embung untuk menampung air dengan luas tanah 4 hektare.

 

 

 

 

“Saya minta ke BKAD supaya tanah Pemda (Cirebon) itu diberikan untuk penanganan banjir, dan kekeringan di Kalitengah kurang lebih ada 4 hektare,” kata Suharto usai menggelar acara pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tengahtani di ruang kerjannya, Selasa (2/2/2021).

 

 

 

 

Selain itu, lanjut dia, membuat sodetan sungai Cipager mulai dari hulu sungai Canggong hingga ke sungai Pekik. Tidak hanya itu, merelokasi warga Blok Bandil, Desa Kalitengah sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) ke tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Cirebon.

 

 

 

 

“Jadi tanah itunya bisa menambah yang 4 hektare itu untuk RTH, wisata air dan lain-lain. Nanti (warga) pindah ke tanah Pemda, itu gak gampang sih tapi kita berbagai macam cara seperti apa? Supaya sinergi, karena gak bisa menangani banjir sendirian,” tutur dia.

 

 

 

 

Selain usulan penanganan banjir dan kekeringan, dia menyebutkan beberapa usulan yang diajukan dalam acara pra Musrenbang tersebut diantaranya, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pertanian, Penerangan Jalan Umum (PJU) infrastruktur jalan maupun jembatan, dan lain sebagainya.

 

 

 

Menurut Suharto, pihaknya kembali mengusulkan hasil Musrenbang di tahun 2019 lalu untuk rencana kegiatan di tahun anggaran 2022 mendatang.

READ  Cerita Ayah Bunga: Sebelum Dinyatakan Hilang, Bunga Sering Nyanyikan lagu "Ayah Ku Kirimkan Doa"

 

 

 

 

“Jadi kita tampung semua, termasuk PJU. Untuk mewujudkan Cirebon terang, saya minta se-Kecamatan Tengahtani jalan Kabupaten sudah PJU semua,” jelasnya.

 

 

 

Melalui usulan pra Musrenbang ini, Suharto berharap semua usulan tersebut dapat terealisasi di tahun anggaran 2022 mendatang.

 

 

 

 

“Di tahun 2022 sudah tidak banjir lagi, dengan konsep yang kita berikan. Makanya sinergi antara DPUPR, Provinsi, PSDA dan BBWS, kita saling sinergi termasuk masyarakatnya,” katanya.

 

 

 

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Syahrila Rohandi berujar bahwa pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BBWS, DPUPR setempat, dan Dinas terkait untuk penanganan permasalahan banjir di wilayah tersebut.

 

 

 

 

“Tujuan kita untuk solusi tangani banjir dalam perencanaan sekarang itu, nanti ada sungai-sungai yang diperbaiki dan juga usulan dari pra Musrenbang ini. Rencana itu, kajian untuk membuat embung untuk menampung air-air yang dari barat,” ujar dia.

 

 

 

 

Dirinya berharap usulan dari acara pra Musrenbang ini khususnya untuk penanganan banjir dapat segera terealisasi di tahun anggaran 2022 mendatang.

 

 

 

 

“Harapan kita harus cepat dilaksanakan di tahun 2022 atau sampai 2023, kira-kira tidak ada banjir lagi,” tegas Syahrila.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: