KPPBC C Cirebon Berhasil Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Kawasan Ciayimajakuning

0

Cirebon, – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Cirebon telah melaksanakan 120 penindakan, dengan barang ilegal yang berhasil dicegah sejumlah 2,6 juta batang rokok berbagai merk, 42 kg tembakau iris berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai dan dengan pita cukai palsu. Dari jutaaan batang rokok serta puluhan kilo tembakau ilegal ini berpotensi merugikan negara Rp 1,5 miliar.

“Kami juga telah melaksanakan pencegahan atas minuman mengandung etil alhohol (MMEA) ilegal sejumlah 1.086 botol berbagai jenis. Potensi kerugiannya mencapai Rp 43,9 juta,” ujar
Novembriyanto Nugroho selaku Humas KPPBC TMP C Cirebon melalui siaran pers yang diterima KC, Kamis (21/1/2021).

Ia menambahkan, perbuatan tersebut melanggar UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Kepada para pelaku peredaran rokok ilegal dan MMEA ilegal saat ini telah dalam proses hukum, empat orang telah mendapatkan vonis pengadilan dan menjalani hukuman pidana kurungan di Lapas di wilayah Cirebon, dan satu orang masih dalam proses hukum,” katanya.

Selain itu, KPPBC TMP C Cirebon juga telah melaksanakan pencegahan barang-barang kiriman pos yang dikarang masuk ke Indonesia berupa 48 pcs sex toys, barang pornografi berupa satu komik mengandung unsur pornografi, 48 pcs bibit tanaman serta jenis barang lainnya.

“Atas barang-barang ilegal yang dicegah tersebut selanjutnya sedang dalam proses untuk ditetapkan sebagai barang milik negara dan selanjutnya akan dilaksanakan pemusnahan,” ungkapnya.

Menurutnya, berkaitan dengan peredaran rokok ilegal, secara khusus Menteri Keuangan telah memberikan instruksi agar pada 2020 lalu KPPBC dapat menekan peredaran rokok ilegal hingga di bawah 3 persen dari produksi rokok nasional.

READ  Ridwan Kamil: Digitalisasi Adalah Kewajiban

“Dalam hal penerimaan negara, KPPBC TMP C Cirebon mampu memberikan kontribusi kepada negara berupa penerimaan cukai sebesar Rp 263,81 miliar, bea masuk Rp 7,38 miliar, PPN dalam rangka impor Rp 1,04 triliun, PP. hasil tembakau Rp 5,13 miliar, dan PPh dalam rangka impor Rp 99,21 miliar. Sumber penerimaan cukai berasal dari cukai rokok, cukai etil alkohol dan cukai hasil pengolahan tembakau lainnya berupa industri vape liquid,” tuturnya. (Fanny/Rilis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: