Mengejutkan, Sisa Anggaran Ribuan Masker di Desa Setu Wetan Disimpan Hingga Untuk Dapur 

0
Cirebon, inderawaspada.com- Kuwu Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Ratnawati membuat pengakuan yang cukup mengejutkan terkait persoalan sisa anggaran pengadaan ribuan masker, yang sempat menjadi bahan pertanyaan warganya. Dimana, pengadaan masker sebanyak 13.450 pcs masker yang bersumber dari anggaran Silpa tahun 2019 Dana Desa (DD) sebesar Rp 67.240.000. 

 

 

 

Sebuah pengakuan itu muncul ketika ia menyelenggarakan acara Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kuwu akhir tahun 2020 di kantor Desa Setu Wetan, Rabu (20/1/2021).

 

 

 

Dalam pengakuannya, bahwa sisa anggaran pengadaan sebanyak 13.450 masker itu memang ada pada dirinya. Ia menjelaskan sebagian sisa anggaran masker disimpan untuk persiapan pembayaran pajak.

 

 

 

“Adapun untuk penggunanya itu, kita memang sementara itu menyimpan untuk pajak. Karena belum ada kepastian, apakah pajak itu dibayar atau tidak. Nah kalau emang tidak ada pajak, kita pasti mengembalikan,” ujar Ratnawati saat menjawab pertanyaan dari seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat dalam acara tersebut.

 

 

 

Bahkan, ia pun mengaku sebagian sisa dari anggaran masker itu dipergunakan untuk keperluan biaya operasional desa tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah sisa anggaran masker yang diperuntukan untuk biaya operasional tersebut.

 

 

“Nah untuk sisanya itu, sisa dari masker itu kita katakan punya namanya dapur desakan banyak, untuk makan, untuk itu, dan lain-lainnya,” kata Ratnawati dihadapan para peserta yang hadir dalam acara LPJ kuwu akhir tahun 2020.

 

 

 

“Pembagian masker jugakan, kita tidak akan bohong seperti itu. Untuk kelebihannya, untuk operasional desa,” imbuh Ratnawati.

 

 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratnawati pernah menyebutkan dalam proyek pengadaan ribuan masker itu berjumlah 13.450 pcs masker, dimana harga satuan masker sebesar Rp 5 ribu. Dia menegaskan, tidak ada pajak pembelian jika pengadaan ribuan masker tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

 

READ  Pemekaran Bogor Barat Sudah di Meja Kemendagri

 

 

“Harga masker Rp 5 ribu. Kalau dikelola BUMDes bisa ga ada pajak, tapi diluar BUMDes ada pajak,” kata Ratnawati saat itu pada Jumat (25/9/2020) lalu.

 

Salah satu masker scuba yang dianggarkan dari Silpa 2019 Dana Desa (DD) Desa Setu Wetan.
Salah satu masker scuba yang dianggarkan dari Silpa 2019 Dana Desa (DD) Desa Setu Wetan.
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Setu Wetan, Suherman menegaskan bahwa dirinya tidak menerima karena sebagian sisa anggaran pengadaan ribuan masker dipergunakan untuk biaya operasional.

 

 

“Tidak terima, karena pos untuk operasional itu sudah tersendiri. Kenapa masker harus ada operasional lagi. Beda halnya mungkin ketika uang (masker) dibagikannya bentuk uang, masyarakat kembali Rp 2 ribu itu haknya masyarakat,” tegas Suherman usai acara LPJ kuwu akhir tahun 2020 di kantor Desa Setu Wetan, Rabu (21/1/2021).

 

 

Dia menilai sebelumnya dalam proses pengadaan 13.450 masker telah mengambil kebijakan yang dianggapnya sepihak. Sebab, kata ia, proses pengadaan ribuan masker tersebut tidak melalui rapat secara internal antara BPD setempat.

 

 

Suherman pun menuturkan bahwa sisa anggaran pengadaan 13.450 masker saat ini masih tersimpan kedalam sebuah lemari yang bernama etalase. Ia menjelaskan, sisa anggaran pengadaan ribuan masker itu disimpan karena untuk mengantisipasi adanya pajak.

 

“Punten saya tidak ikut campur, makanya ibu Kuwu menjelaskan memang dari uang yang digulirkan masi ada untuk antisipasi pajak. Itu bisa dikembalikan lagi, kalau tidak ada pajak,” katanya.

 

 

Usai mendengar hal tersebut, salah seorang masyarakat pemerhati yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat prihatin terkait persoalan sisa anggaran pengadaan ribuan masker konon masih tersimpan hingga untuk biaya operasional desa tersebut.

 

 

“Setelah ikut mendengar keterangan ibu Kuwu Setu Wetan di rapat pertanggung jawaban (LPJ) tahunan sangat miris sekali, ketika menjawab pertanyaan dari seorang anggota BPD tentang sisa lebihan dana masker kurang lebih 18 jutaan yang di simpan oleh ibu Kuwu pribadi,” katanya.

 

READ  La Nyalla Menilai Mbah Moen Adalah Ulama Kharismatik Yang Komplit

 

Menurutnya, sisa anggaran pengadaan ribuan masker tersebut dinilai banyak terdapat dugaan kejanggalan. Apalagi, ia mendengar secara langsung bahwa sebagian sisa dana tersebut dipergunakan untuk keperluan dapur desa tersebut.

 

 

 

“Ketika beliau (Kuwu Setu Wetan) menjawab banyak sekali kejanggalan, diantaranya dana tersebut buat dapur desa dan keperluan desa lainnya. Padahal itu salah satu bentuk bantuan sosial (Bansos) dan pengawasannya di lindungi undang-undang,” ungkap dia.

 

 

Oleh karena itu, ia memohon kepada instansi terkait maupun aparat penegak hukum (APH) setempat dapat menindaklanjuti terkait persoalan tersebut.
“Biar ada efek jera, terima kasih,” kata dia akhiri pernyataannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: