Kuwu Setu Wetan Buka Suara Soal Sisa Anggaran Masker, Ratnawati: Kita Tidak Akan Bohong 

0
Cirebon, inderawaspada.com- Kuwu Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Ratnawati akhirnya buka suara soal sisa anggaran pengadaan ribuan masker yang bersumber dari anggaran Silpa tahun 2019 Dana Desa (DD) sebesar Rp 67.240.000. Diketahui, jumlah masker tersebut mencapai 13.450 masker.

 

Sebelumnya pada Kamis (24/9/2020) lalu, sisa anggaran masker tersebut sempat menjadi bahan pertanyaan warga setempat. Sebab, harga satuan pembelanjaan dari ribuan masker itu sebesar Rp 3 ribu atau Rp 3.500, bukanlah Rp 5 ribu.

 

Ratnawati mengakui bahwa sisa anggaran masker itu memang ada pada dirinya. Ia menuturkan sebagian sisa anggaran masker disimpan untuk persiapan pembayaran pajak.

 

“Adapun untuk penggunanya itu, kita memang sementara itu menyimpan untuk pajak. Karena belum ada kepastian, apakah pajak itu dibayar atau tidak. Nah kalau emang tidak ada pajak, kita pasti mengembalikan,” ujar Ratnawati saat menjawab pertanyaan dari seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat dalam acara Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kuwu akhir tahun 2020 di kantor Desa Setu Wetan, Rabu (20/1/2021).

 

Tidak hanya itu, dirinya pun mengaku sebagian sisa dari anggaran masker itu dipergunakan untuk keperluan biaya operasional desa tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah sisa anggaran masker yang diperuntukan untuk biaya operasional tersebut.

 

“Nah untuk sisanya itu, sisa dari masker itu kita katakan punya namanya dapur desakan banyak, untuk makan, untuk itu, dan lain-lainnya,” kata Ratnawati dihadapan para peserta yang hadir dalam acara LPJ kuwu akhir tahun 2020.

 

“Pembagian masker jugakan, kita tidak akan bohong seperti itu. Untuk kelebihannya, untuk operasional desa,” imbuhnya.

 

Menurutnya, dalam pengadaan masker tersebut terdapat aturan. Aturan itu, kata dia, menyangkut harga satuan masker dari harga terendah hingga harga tertinggi.

 

READ  Blangko Tersebar di 10 Kecamatan, Syafrudin Ingatkan KTP-el Jangan Disembunyikan

 

“Kalau masker itukan memang ada aturannya, harga terendah Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” terangnya.

 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratnawati pernah menyebutkan dalam proyek pengadaan ribuan masker itu berjumlah 13.450 pcs masker, dimana harga satuan masker itu sebesar Rp 5 ribu. Dia menegaskan, tak ada pajak pembelian jika pengadaan ribuan masker tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

 

 

“Harga masker Rp 5 ribu. Kalau dikelola BUMDes bisa ga ada pajak, tapi diluar BUMDes ada pajak,” kata Ratnawati kepada inderawaspada.com melalui pesan Whatsapp, Jumat (25/9/2020) lalu.

 

 

 

Bentuk LPJ pengadaan 13.450 pcs masker yang bersumber dari Silpa 2019.
Bentuk LPJ pengadaan 13.450 pcs masker yang bersumber dari Silpa 2019.

 

Sementara itu, salah seorang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Setu Wetan yang minta dirahasiakan identitasnya pernah menuturkan, bahwa harga satuan masker sebesar Rp 3 ribu. Dia menjelaskan dari jumlah 13.450 masker, pihaknya hanya mendapatkan pekerjaan 8.450 masker.

 

 

“Iya benar harga realnya masker Rp 3 ribu, semua itu sudah diplurkan didepan forum RT dan BPD harga 3 ribu,” ungkapnya pada Kamis (24/9/2020) lalu.

 

Mendengar harga satuan masker sebesar Rp 5 ribu, ia pun merasa terkejut.

 

“Saya juga kaget harga Rp 5 ribu itu, karena jatuh ke LPM Rp 3 ribu, Rp 2 ribunya dari mana,” ujar dia sambil bertanya-tanya pada saat itu.

 

Ditempat yang sama, seorang anggota lain dari LPM setempat yang minta dirahasiakan identitasnya juga mengungkapkan, bahwa harga satuan masker tersebut sebesar Rp 3 ribu.

 

“Iya tatkala waktu minta pengawalan BPD disitu dipiurkan bahwa harga masker itu Rp 3 ribu, memang mendengar kabar Rp 5 ribu itu cuman baru gonjang-ganjing, dan lebihnya gak tahu,” ungkap dia kala itu.

 

Ditempat terpisah, seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya pun pernah menuturkan hal serupa. Ia menyebutkan, bahwa harga satuan masker yang telah diketahuinya sebesar Rp 3 ribu.

 

READ  Tingkatkan Kinerja Dewan, PSI Cetuskan Aplikasi Pengawasan secara Online
“Harga masker yang saya tau dari penerima langsung, dan penggarap langsung itu per pcs dengan harga Rp 3 ribu,” tuturnya saat itu.

 

Menurut dia, seharusnya realisasi anggaran pengadaan masker di Desa Setu Wetan mencapai Rp 40.350.000, bukanlah Rp 67.250.000. Dimana jumlah keseluruhan pengadaan barang tersebut mencapai 13.450 pcs masker.

 

Dirinya pun berhitung, dalam proyek pengadaan itu sebanyak 13.450 pcs masker yang telah menyedot anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp 67.250.000-pajak 13 persen, maka menjadi Rp 58.681.500.

 

 

Sedangkan, kata dia, jika Rp 58.681.500-Rp 40.350.000, muncul kelebihan anggaran pembelian ribuan masker sebesar Rp 18.331.500.

 

 

“Makanya kita mempertanyakan kelebihan dari proyek tersebut, itu dikemanakan? Peruntukanya untuk apa,” tegas dia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: