Miris, Sisa Upah Tukang Gali Kubur Jenazah Covid-19 di Kecamatan Tengahtani Belum Terbayar

0

Cirebon, inderawaspada.com- Seorang relawan penggali kubur khusus jenazah Covid-19 asal Desa Kemlaka Gede, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Bunali mengaku kesal lantaran belum menerima sisa upah insentif penggalian kubur dari oknum Sekertaris Kecamatan (Sekmat). Apalagi, pekerjaan tukang gali kubur yang ia lakoni sangat rentan terpapar Covid-19.

 

 

“Kenapa kesel? Tahu sendiri saat saat ini ekonomi kaya gimana (pandemi Covid-19), keselnya disitu,” tutur Bunali ketika dikonfirmasi awak media inderawaspada.com di kantor Desa Kemlaka Gede, Sabtu (16/1/2021) siang.

 

 

Kepada inderawaspada.com, Bunali menceritakan awalnya ia tidak mengetahui adanya anggaran dari pemerintah setempat untuk insentif relawan penguburan khusus jenazah Covid-19.

 

“Waktu gali (kubur) itu, saya tidak ada pikiran karena saya relawan gitu. Karena fardu kifayah dari kewajiban membantu, ya membantu,” katanya.

 

 

Bahkan, kata dia, sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi tentang adanya dana untuk insentif relawan penguburan jenazah Covid-19.

 

 

“Saya tidak tahu per penguburan berapa, gak ngerti, belum ada sosialisasi. Dari pertama saya ikhlaslah, cuma setelah tahu, ya kesel,” ujarnya.

 

 

Bunali kembali menceritakan awal mula ia mengetahui adanya dana insentif untuk relawan penguburan jenazah Covid-19 itu, kala itu oknum tersebut mendatangi kantor Desa Kemlaka Gede. Menurutnya, kedatangan oknum tersebut hanya meminta untuk dibuatkan surat laporan pertanggung jawaban (SPJ). Nantinya, lanjut dia, SPJ tersebut dipergunakan untuk persyaratan pencairan dana insentif relawan penguburan jenazah Covid-19.

 

 

“Setelah tahu pak Sekmat marek (datang) dalam hal ini bikin SPJ buat penguburan jenazah Covid-19, nanti ada dananya. Nominal saya tidak tahu,” tutur Bunali.

 

 

Usai membuat SPJ, ia mengaku sempat dijanjikan oleh oknum tersebut bahwa dana insentif untuk relawan penguburan khusus jenazah Covid-19 akan cair pada esok harinya.

 

 

“Setelah tahu anggaran, saya mengharapkan besok cair. Sudah berapa minggu, berapa minggu, ada (kabar) satu bulan cair. Banyak yang menanyakan, tapi dia (oknum) tidak ada,” ucap Bunali sambil meluapkan kekesalannya.

READ  Acara Pelepasan Masa Purna Bhakti Anggota Polsek Plered

 

 

 

Kuwu Desa Kemlaka Gede, Rusli berujar senada apa yang telah disampaikan oleh Bunali seorang relawan penguburan khusus jenazah Covid-19.

 

 

“Awalnya tidak tahu ada anggaran tersebut, kita bekerja ikhlas, ridho saja dalam artian kalau ada orang yang meninggal termasuknya fardu kifayah. Kita wajib menguburkan, apapun bentuknya,” kata Rusli.

 

 

Mendengar tentang adanya dana untuk relawan penguburan khusus jenazah Covid-19, ia mengucapkan rasa terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan insentif untuk relawan tersebut.

 

 

“Kita berpikirnya alhamdulillah, kita masih diakui dan dilayani dengan baik oleh pemerintah pusat. Secara artian ngasih insentif untuk penguburan Covid-19,” katanya.

 

 

Namun, ia menyayangkan atas prilaku oknum tersebut diduga menyalahgunakan jabatannya. Dia menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik Kecamatan Tengahtani.

 

 

“Tapi kenyataannya, pas saya tahu informasi kabar dari banyak pihak dana itu sudah keluar. Tapi ada salah satu oknum Kecamatan itu menyalah gunakan jabatan, tidak memberikan anggaran penguburan Covid-19 itu,” paparnya.

 

 

“Pada intinya sangat disayangkan dengan kejadian seperti ini, dan kedepannya juga jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” tambahnya.

 

 

Kepada inderawaspada.com, Rusli mengaku sempat didatangi oleh oknum tersebut pada Kamis (14/1) kemarin. Ia menuturkan, kedatangan oknum tersebut sambil membawa dan menyerahkan uang tunai sebesar Rp 6 juta untuk pembayaran sebagian insentif relawan penguburan jenazah Covid-19.

 

 

“Jadi dua hari yang lalu, dia datang menemui saya dan dia meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi. Dan dia membawa uang dengan jumlah nominal 6 juta,” tutur Rusli.

 

Meski begitu, ia menegaskan penyerahan uang tersebut belum dilakukan secara tertulis.

 

 

“Saya berfikirnya kok segini, tapi saya terima uang 6 juta itu. Tapi saya tetap untuk Kemlaka Gede dikasih 4 titik, jadi kurang Rp 2 Juta,” imbuhnya.

READ  Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Pencoblosan di Kabupaten Bandung

 

 

“Kepengenya sih cepat dilunasi mas, dari nominal 6 juta pembagiannya masih kurang juga,” lanjut Rusli sambil berharap.

 

 

Kendati demikian, Rusli sempat menanyakan kepada oknum tersebut terkait dana insentif untuk relawan penguburan jenazah Covid-19. Dalam pertanyaannya, kata ia, dana tersebut dipergunakan untuk keperluan apa saja.

 

 

“Oknum tersebut hanya (menjawab) sebatas kena musibah, seperti apa dia nggak cerita,” terang Rusli berdasarkan pengakuan yang ia dapati dari oknum tersebut.

 

Camat Tengahtani, Harto usai memberikan keterangan resminya diruang kerjannya, Kamis (14/1/2021) pagi.
Camat Tengahtani, Harto usai memberikan keterangan resminya diruang kerjannya, Kamis (14/1/2021) pagi.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Camat Tengahtani, Harto menyayangkan atas tindakan yang telah dilakukan oleh oknum Sekertaris Kecamatan (Sekmat) Tengahtani sekaligus Ketua Tim Relawan Penguburan Jenazah Covid-19 tingkat Kecamatan setempat yang diduga telah menyalahgunakan dana penguburan jenazah Covid-19 sebesar Rp 20 juta untuk kepentingan pribadi. 

 

 

“Menurut saya ini merupakan suatu prilaku yang sangat hina, ia (oknum) gak punya hati. Saya sangat prihatin, bagaimana masyarakat kita terpuruknya dengan adanya pandemi Covid-19, tapi ada satu pejabat (oknum) yang semudah itu mengambil uang yang haknya tukang penggali kubur,” kata Harto diruang kerjannya pada Kamis, 14 Januari 2021 pagi.

 

 

Menurutnya, terdapat 7 titik alokasi anggaran penguburan jenazah pasien Covid-19 yang tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan Tengahtani.

 

 

“Yang jelas ada 7 penguburan, yang 2 di Desa Batembat, 1 Desa Dawuan dan 4 Desa Kemlaka Gede, total anggaran 20 juta sekian,” tuturnya.

 

 

Sebelumnya, ia mendapatkan informasi tentang adanya dana penguburan jenazah Covid-19 di wilayah Kecamatan Tengahtani. Mendapati informasi tersebut, dirinya langsung menelusuri tentang keberadaan dana penguburan jenazah Covid-19. Usai melakukan penelusuran, kata dia, memang betul adanya dana penguburan jenazah Covid-19.

 

 

“Katanya sudah dicairkan. Kemana? Oh ke (oknum) Sekmat, baru saya langsung panggil (oknum) Sekmat. Kenyataannya memang benar seperti itu,” terang Harto sambil menceritakan tentang informasi yang ia dapatkan.

READ  Gubernur Jabar Ikuti Verifikasi Lapangan Sensus Penduduk 2020

 

 

“Setelah saya panggil dengan panggilan tertulis dan dia (oknum) hadir, itu bahwa dia (oknum) mengakui memakai atau memakan uang tersebut,” imbuh Harto yang merasa terkejut usai mendapatkan pengakuan dari oknum tersebut.

 

 

Untuk itu, ia meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) setempat agar segera dapat menindak tegas oknum tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

 

“Itu tidak bisa ditoleransi lagi, sudah pandemi Covid-19 jangan main-main dengan anggaran, nggak ada akan hukum yang membela. Dan ini saya mohon, APH segera bertindak terutama Inspektorat yang sudah menangani ini karena ini urusan birokrasi,” tegas Harto.

 

 

Hingga berita ini ditayangkan, oknum tersebut belum memberikan keterangan. Sebab, berulang kali awak media ini mendatangi kantor Kecamatan Tengahtani dia tidak berada ditempat. Bahkan, mencoba menghubungi berulang-ulang kali melalui ponsel selulernya, namun tidak menjawab. 

 

 

Tidak hanya itu, Camat Tengahtani pun mencoba menghubungi oknum tersebut via telepon selulernya, namun tidak ada jawaban.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: