Camat Tengahtani Sebut Oknum Sekmat Diduga Makan Dana Penguburan Jenazah Covid-19

0

Cirebon, inderawaspada.com- Camat Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Harto menyayangkan atas tindakan yang telah dilakukan oleh oknum Sekertaris Kecamatan (Sekmat) Tengahtani sekaligus Ketua Tim Relawan Penguburan Jenazah Covid-19 tingkat Kecamatan setempat yang diduga menyalahgunakan dana penguburan jenazah Covid-19 sebesar Rp 20 juta untuk kepentingan pribadi. 

 

 

“Menurut saya ini merupakan suatu prilaku yang sangat hina, ia (oknum) gak punya hati. Saya sangat prihatin, bagaimana masyarakat kita terpuruknya dengan adanya pandemi Covid-19, tapi ada satu pejabat (oknum) yang semudah itu mengambil uang yang haknya tukang penggali kubur,” kata Harto diruang kerjannya pada Kamis, 14 Januari 2021 pagi.

 

 

Menurutnya, terdapat 7 titik alokasi anggaran penguburan jenazah pasien Covid-19 yang tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan Tengahtani.

 

“Yang jelas ada 7 penguburan, yang 2 di Desa Batembat, 1 Desa Dawuan dan 4 Desa Kemlaka Gede, total anggaran 20 juta sekian,” tuturnya.

 

 

Sebelumnya, ia mendapatkan informasi tentang adanya dana penguburan jenazah Covid-19 di wilayah Kecamatan Tengahtani. Mendapati informasi tersebut, dirinya langsung menelusuri tentang keberadaan dana penguburan jenazah Covid-19. Usai melakukan penelusuran, kata dia, memang betul adanya dana penguburan jenazah Covid-19.

 

 

“Katanya sudah dicairkan. Kemana? Oh ke (oknum) Sekmat, baru saya langsung panggil (oknum) Sekmat. Kenyataannya memang benar seperti itu,” terang Harto sambil menceritakan tentang informasi yang ia dapatkan.

 

 

“Setelah saya panggil dengan panggilan tertulis dan dia (oknum) hadir, itu bahwa dia (oknum) mengakui memakai atau memakan uang tersebut,” sebut Harto yang merasa terkejut usai mendapatkan pengakuan dari oknum tersebut.

 

Camat Tengahtani, Harto usai memberikan keterangan resminya diruang kerjannya, Kamis (14/1/2021) pagi.
Camat Tengahtani, Harto usai memberikan keterangan resminya diruang kerjannya, Kamis (14/1/2021) pagi.

 

Untuk itu, ia meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) setempat agar segera dapat menindak tegas oknum tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

READ  Sebanyak 90 anggota Satlantas Polres Cirebon Kota, laksanakan Swab Antigen

 

 

“Itu tidak bisa ditoleransi lagi, sudah pandemi Covid-19 jangan main-main dengan anggaran, nggak ada akan hukum yang membela. Dan ini saya mohon, APH segera bertindak terutama Inspektorat yang sudah menangani ini karena ini urusan birokrasi,” tegas Harto.

 

 

Hingga berita ini ditayangkan, oknum tersebut belum memberikan keterangan. Sebab, berulang-ulang kali awak media ini mencoba menghubungi melalui ponsel selulernya, namun tidak menjawab.

 

 

Tidak hanya itu, Camat Tengahtani pun mencoba menghubungi oknum tersebut via telepon selulernya, namun tidak ada jawaban.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: