Akibat Cerai, 7.328 Perempuan di Kabupaten Cirebon Jadi Janda 

0
Cirebon, inderawaspada.com- Akibat dari perceraian, sebanyak 7.328 perempuan di Kabupaten Cirebon menjadi janda. Jumlah tersebut terhitung sepanjang tahun 2020 lalu. 

 

Humas Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Sumber, Abdul Aziz menjelaskan jumlah janda itu berdasarkan gabungan antara perkara cerai talak dengan cerai gugat. Dimana cerai talak mencapai 2.151, dan sedangkan cerai gugat mencapai 5.177.

 

“Cerai talak juga sama, suami jadi duda dan istrinya jadi janda, dan cerai gugat juga otomatis istri jadi janda,” kata Abdul Aziz di kantor PA Sumber pada Selasa, 12 Januari 2021 siang.

 

Menurutnya, yang menjadi dominasi perkara masuk di PA Kelas I A Sumber itu adalah cerai gugat dan cerai talak.

 

“Yang rangking pertama yaitu cerai gugat itu adalah istri yang mengajukan gugatan atas suami mencapai 5.177 perkara. Sedangkan cerai talak atau cerai yang diajukan oleh laki-laki (suami) mencapai 2.151,” terangnya.

 

 

Abdul Aziz mengungkapkan beberapa pemicu terjadinya perceraian dalam hubungan rumah tangga. Ia mengatakan mereka (istri) memutuskan berpisah dari suaminya karena dilatar belakangi oleh faktor ekonomi yang semakin terpuruk akibat wabah Covid-19.

 

“Kalau berbicara masalah ekonomi otomatis nyambung ke rumah tangga. Kenapa perempuan (istri) itu banyak penggugat? Karena masalahnya penghasilan suami sudah berkurang, bahkan sudah tidak ada lagi,” tutur Abdul Aziz.

 

Sepanjang 2020 lalu, PA Kelas I A Sumber mencatat 8.043 perkara yang masuk. Dari angka itu sebanyak 95 persen perkara yang telah terselesaikan. 

 

Tidak hanya itu, pihaknya juga mencatat perkara-perkara lainnya seperti dispensansi kawin sebanyak 534.

 

 

“Karena dispensansi kawin sekarangkan ada satu perubahan atau peraturan perundang-undangan yaitu laki-laki 19 tahun, perempuan 16 tahun. Sekarang sama 19 tahun semuanya, Itulah yang melonjak,” ucap Abdul Aziz.  

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: