Masuk Zona Merah, Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Cirebon Terancam Ditunda

0

Cirebon, inderawaspada.com- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni menegaskan, rencana belajar tatap muka yang dijadwalkan pada awal Januari 2021 harus ditunda. Hal ini dilakukan karena wilayah Kabupaten Cirebon memasuki zona merah.

“Kalau kami akan menyampaikan ke gugus Satgas Covid-19 untuk ditunda dulu. Karena Kabupaten Cirebon sudah zona merah,” tegas Hj Enny usai mengunjungi kediamanya Fadli Rahman di Blok Batu Ampar RT 10 RW 03 Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru pada Kamis, 7 Januari 2021.

 

Ia menjelaskan adapun alasan penundaan pembelajaran tatap muka karena lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan para peserta didik agar terhindar dari penularan Covid-19.

 

“Nanti Satgas Covid-19 yang memutuskan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, H Asdullah pernah menyatakan seluruh sekolah di Kabupaten Cirebon, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) rencana akan mulai pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021.

 

“Rencana sih hari Senin (11/1) sudah dimulai,” ujar H Asdullah di kantor Disdik Kabupaten Cirebon pada Rabu, 6 Januari 2021 kemarin.

 

Meski begitu, rencana pembelajaran tatap muka ini harus dilakukan dengan syarat, yakni bahwa setiap tingkatan sekolah harus membentuk Satgas Covid-19 tingkat sekolah dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Dengan persyaratan tetap, pertama setiap sekolah harus membentuk Satgas Covid-19 tingkat sekolah. Setiap sekolah harus memiliki termogan, tempat cuci tangan,” tutur H Asdullah.

Namun, hal tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu terkait perencanaan pemembentukan Satgas Covid-19 tingkat sekolah.

 

“Mungkin dihari ini (6/1) sampai besok (7/1) diverifikasi. Kalau sudah ok, semua konsep untuk (surat) edaran pembelajaran tatap muka itu harus ditandatangani oleh Bupati Cirebon. Hal ini berdasarkan hasil informasi dari provinsi,” terangnya.

READ  Jelang Pemilu 2019, Kanim Tanjung Perak Tingkatkan Pengawasan Orang Asing

 

Menurut dia, rencana tersebut setelah dilakukannya rapat koordinasi persiapan pembelajaran tatap muka. Dari hasil itu, semua pihak telah menyepakatinya.

 

Sebelumnya, pihaknya mengadakan rapat (5/1) di SMPN 1 Sumber bersama dengan tim Satgas Covid-19. Kemudian, dari hasil rapat tersebut Dinkes atau Satgas Covid-19 tidak bisa memberikan rekomendasi untuk pembelajaran tatap muka.

 

“Hasil kesepakatan kita mengacu Surat Keputusan (SK) 4 menteri, Kemenag, Mendikbud, Mendagri dan Menkes. kita sepakat, jadi yang zona biru dan hijau bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka,” katanya.

 

Masih menurutnya, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka itu berdasarkan surat rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

 

“Nanti didalam pelaksanaannya orang tua juga harus menandatangani surat pernyataan, kalau dia misalkan tidak siap untuk menitipkan anaknya belajar tatap muka, mangga. Inikan atas dasar keinginan orang tua dan atas dasar Komnas HAM dan KPAI, bahwa agar segera dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Karena melihat kondisi anak-anak sekarang banyak digandrungi oleh Gadget (HP),” tutur H Asdullah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: