Cerita Raden Sulendra Soal Penyebab Banjir di Wilayah Desa Gamel 

0
Cirebon, inderawaspada.com- Salah satu aparatur di Pemerintah Desa (Pemdes) Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Raden Sulendra bercerita soal beberapa faktor penyebab banjir di sejumlah wilayah Desa Gamel dan sekitarnya. 
“Faktor pertama karena penyempitan sungai Sikenanga dan kedua karena sampah,” ujar Raden di kantor Desa Gamel, Senin (28/12/2020) kemarin.
Raden melanjutkan ceritanya, beberapa pekan terakhir ini banjir kerap kali terjadi di wilayahnya. Terlebih, intensitas curah hujan tinggi terus mengguyur di wilayah tersebut. Akibat hujan ini, kata dia, debit air di sungai Sikenanga meluap hingga ke pemukiman warga setempat, dari 30 cm hingga 1 meter.
“Banjir hampir dua pekan terus terjadi di wilayah Desa Gamel dan Desa Sarabau,” ungkap Raden.
Dia pun mengemukakan beberapa wilayah di Desa Gamel yang terdampak banjir.
“Blok Kauman, Krasak, Karang Rame, Perum Cahaya Permai, dan Talaga Pelangi, tadi malam (27/12) banjir,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Raden memohon agar dinas terkait kedepannya dapat menormalisasi aliran sungai Sikenanga. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak banjir di sejumlah wilayah tersebut.
Ditempat terpisah, Kuwu Desa Sarabau, Akmad Dandon mengungkap pemicu banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah desa tersebut ketika hujan lebat terjadi beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, akibat dari hujan ini debit di sungai Sikenanga naik hingga meluap ke pemukiman warga sekitar dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 60 cm.
“Akhir-akhir ini (banjir) sudah dua pekan ya, kalau banjir sih sudah dua kali banjir. Banjir membuat warga tidak nyaman,” kata Elon sapaan akrab Akmad Dandon ketika ditemui di kantor Desa Sarabau.
Elon menuturkan masalah penyempitan ataupun pendangkalan sungai Sikenanga menjadi salah satu pemicu banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Desa Sarabau.
“Posisi yang perlu kita ditindaklanjuti sampai terjadi penyempitan dan pendangkalan akibatnya senderan (sungai Sikenanga) sampai jebol,” katanya.
Selain itu, kata dia, permasalahan sampah menjadi penyebab debit air sungai Sikenanga meluap.
“Jadi semua aliran sungai itu (Sikenanga) terhambat karena sampah terus meluap ke rumah warga,” tutur Elon.
Meski begitu, Elon mengakui bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Sarabau telah melakukan berbagai upaya pencegahan banjir. Upaya-upaya tersebut yaitu pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga sekitar terkait dampak buang sampah sembarangan bagi lingkungan.
“Saya sebagai Pemdes Sarabau tetap peduli terhadap masyarakat istilahnya giat-giat sambangi masyarakat yang terdampak banjir,” ucapnya.
Dia berharap kedepan dinas terkait dapat segera menindaklanjuti tanggul yang jebol akibat hujan lebat sehingga sungai tersebut meluap ke pemukiman warga sekitar.
“Banjir akibat imbas dari jebolnya tanggul yang belum ditindaklanjuti, karena mohon maaf anggaran Dana Desa (DD) terserap di penanganan Covid-19. Tapi saya berharap perbaikan tanggul jebol urgent banget, semoga cepat ditindaklanjuti,” ujar Elon akhiri perkataannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: