Aktual, Berani, Terpercaya

PSBM di Tiga Desa Kecamatan Plered Berlaku Selama Tiga Hari

Cirebon, Inderawaspada.com- Pemerintah Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memberlakukan Pembatas Sosial Berskala Mikro (PSBM) selama tiga hari kedepan. Hal ini dilakukan setelah adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Trusmi Kulon sebanyak 16 orang.

Hardomo, Camat Plered menuturkan, 16 kasus klaster di wilayah Desa Trusmi Kulon berawal dari hasil tracing satu pasien positif. Dari hasil kontak dengan satu pasien tersebut diketahui kontak erat dengan 22 orang.

“Hasil tes swab dari 22 kontak erat itu, 16 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19. 16 orang itu sudah diisolasi di Rumah Sakit Arjawinangun,” ujar Hardomo di kantor Kecamatan Plered pada Selasa, 28 Juli 2020 siang.

Kendati begitu, Hardomo menjelaskan pihaknya menerapkan PSBM selama tiga hari kedepan di tiga desa. Ketiga desa itu yakni Desa Trusmi Kulon, Trusmi Wetan, dan Wotgali.

“Maksud tujuan PSBM yang pertama adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat menjaga kesehatan dalam artian masa-masa seperti ini (pandemi Covid-19) apa sih yang harus dikerjakan,” ujar Hardomo di kantor Kecamatan Plered pada Selasa, 28 Juli 2020 siang.

Camat Plered Hardomo di depan kantor Kecamatan Plered, Selasa (28/7/2020) siang. (Foto: Ubid/Inderawaspada.com)
Camat Plered Hardomo di depan kantor Kecamatan Plered, Selasa (28/7/2020) siang. (Foto: Ubid/Inderawaspada.com)

Selain itu, lanjut Hardomo, PSBM dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan.

Baca Juga :
1 of 53

“Yang ketiga untuk membatasi orang per orang khususnya warga Trusmi Wetan jangan sampai keluar selama tiga hari, dan tentunya orang luar yang masuk ke Trusmi Kulon jangan dulu selama tiga hari saat PSBM ini,” katanya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Maaf, !!