Aktual, Berani, Terpercaya

LPJ BUMDes Setu Wetan Terbelit-belit, H Tabroni Ungkap Dugaan Kejanggalan

Ilustrasi anggaran BUMDes. (Foto: net) 

Cirebon, Inderawaspada.com- Seorang tokoh masyarakat Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, H Tabroni meluapkan rasa kekecewaannya terhadap pengelolaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) uang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut dinilainya terbelit-belit.

“Pasti kecewa artinya inikan namanya uang desa yang harus dikelola dengan baik, dan benar. Tapi pada kenyataannya untuk membuat LPJ saja kan, terbelit-belit,” katanya di sela-sela kesibukannya pada Sabtu, 25 Juli 2020 malam.

Terlebih, ungkap H Tabroni, rasa kekecewaanya pun bertambah saat dirinya tengah menanti kejelasan perhelatan Musdes selama enam bulan serta menunggu hasil dari revisi LPJ BUMDes Setu Wetan hingga saat ini belum usai.

“Artinya yang dijanjikan lima belas hari sampai sekarang lebih dari setengah tahun, itu (LPJ BUMDes) belum jadi,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Setu Wetan ini pun menilai kurangnya profesional dalam pengelolaan uang anggaran BUMDes tersebut sebanyak 170 juta.

“Nah inikan kasihan artinya, uang masyarakat dikelola dengan kurang profesional. Tapi sekarang kan, gak tahu mana uang itu? Kalau memang itu di gelar, gelarnya untuk apa? itukan harus jelas,” tegas H Tabroni.

Baca Juga :
1 of 52

“Kalau tidak ada LPJ, mana tahu masyarakat uangnya untuk apa? Masyarakat baru tahu misalnya LPJ bentuknya real benar-benar jelas,” imbuhnya.

Bahkan, H Tabroni mengungkapkan terdapat dugaan kejanggalan LPJ BUMDes tersebut. Dugaan kejanggalan itu ia dapatkan saat dirinya menghadiri rapat Musdes (15/1/20) lalu.

“LPJ tidak jelas, jadi dengan laporan yang dipaparkan juga kita sebagai peserta Musdes kan melihat? Ini pengeluaran-pengeluaran untuk apa- apa saja, itu tidak diterangkan. Rugi dan labanya (keuntungan) tidak ada, kalau LPJ namanya usaha kan harus jelas apakah rugi apakah laba. Kalau rugi, ruginya dimana? Kan harus jelas, makanya ada kejanggalan seperti itu,” ungkap H Tabroni.

Tokoh masyarakat Desa Setu Wetan, H Tabroni. (Foto: Ubid/Inderawaspada.com) 
Tokoh masyarakat Desa Setu Wetan, H Tabroni. (Foto: Ubid/Inderawaspada.com)

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Setu Wetan, Solihin alias Barkin menilai bahwa BUMDes yang selama ini ia pimpin tengah berada dalam kondisi mati suri.

“Karena modalnya di Silpakan untuk suntikanya. Kalau namanya bentuk usaha tidak begitu (lancar) terus, ada jungkir baliknya. Dimana lagi menjutu, dihantam, der harus berhenti,” ujar Barkin kepada awak media Inderawaspada.com di kediamanya pada Jumat, 24 Juli 2020 siang.

Selain itu, Barkin menyebut bahwa anggaran Silpa BUMDes bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2019 sebanyak 150 juta.

“Kalau Silpa cair, (BUMDes) bangkit lagi langsung meledak,” katanya.

Ditanya terkait total anggaran dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BUMDes Setu Wetan tahun 2017, 2018, dan 2019, Barkin lebih memilih enggan berkomentar lebih.

“Nanti saja tunggu tanggal mainnya di Musyawarah Desa (Musdes) ada, itu jawabannya,” ucapnya.

“Nanti di Musdes tahu, apa rugi, apa kekurangannya, benar tidaknya dalam LPJ ada di Musdes. Nah saya pribadi sekarang no coment tentang itu,” imbuhnya.

Barkin mengaku saat ini dirinya tengah menunggu rencana Musdes Setu Wetan dilaksanakan. “Tanya saja ke Pemdes, saya sendiri nunggu panggilan Pemdes, sekarang LPJ lagi di cek up,” tutur Barkin.

Bahkan, Barkin menyatakan bahwa ia tengah siap memenuhi undangan Musdes dilaksanakan. “Saya kapan pun sudah siap,” pungkasnya.

Kendati begitu, Barkin mengaku siap berada didalam penjara. Namun, hal ini, kata dia, jika terbukti adanya dugaan penyelewengan anggaran dana BUMDes.

“Selagi ada direl kebenaran, saya gak pernah makan uang BUMDes. Ayo tarung bae sampai mendi (mana), sampai dipenjara saya siap tidak akan lari model saya,” ucap Barkin dengan penuh keyakinan.

“Artinya saya tidak akan gentar walaupun ujung-ujungnya saya ada di penjara gak wirang (malu). Anak istri saya tahu semua, saya punya warung itu uang siapa? Uang bank,” sambung dia.

“Kenapa ini sebenarnya, saya di permasalahkan dalam artian BUMDes lagi berjalan di berhentikan suruh berhenti,” lanjut Barkin.

Menanggapi pernyataan Barkin, seorang warga Desa Setu Wetan yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa BUMDes Setu Wetan bukanlah dalam kondisi mati suri.

“BUMDes itu sejak dari awal kacau, baik dari segi manajemen maupun secara struktural,” tegas dia.

Menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dalam kepengurusan BUMDes asal tunjuk dan tidak memenuhi kriteria persyaratan.

“Yang bisa memenuhi dan bisa mengerti tentang manajemen keuangan atau akuntansi,” ucapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang ia peroleh bahwa total anggaran BUMDes Setu Wetan sebesar 170 juta rupiah. Dari angka itu terhitung tahun anggaran 2017, 2018, dan sebagian Silpa 2019 dari total anggaran 150 juta.

“Untuk dana BUMDes yang 140 juta plus 30 juta (Silpa tahun anggaran 2019) total 170 juta. Pernah diadakan Musdes (1/20) lalu untuk LPJ anggaran 2017, 2018, dan 2019 antara pemaparan dengan data-data yang diberikan oleh pihak pengurus BUMDes itu sangat berbeda jauh,” ucap dia sambil mengingat hal tersebut.

“BUMDes tidak boleh mengelolah keuangan simpan pinjam, tapi untuk jenis usaha untuk masyarakat kecil. Karena BUMDes milik desa, bukan milik pribadi,” tambahnya.

Lanjut dia, hasil dari pemaparan Ketua BUMDes Setu Wetan terkait LPJ saat Musdes kala itu telah ditolak mentah-mentah.

“Ketika pihak BUMDes untuk merevisi dari awal tahun 2017 itu beliau sebagai Ketua BUMDes meminta waktu dua Minggu sampai satu bulan dan tidak terealisasi sampai detik ini bulan Juli 2020. Itu sudah melampaui batas,” jelasnya sambil meluapkan kekecewaanya.

Ia berharap pihak Inspektorat maupun Aparat Penegak Hukum (APH) setempat dapat menyempatkan waktu untuk turun secara langsung kelapangan.

“Melihat fisik dari apa yang sudah dilaksanakan BUMDes Setu Wetan, barangkali disitu ada penyimpangan pihak inspektorat bisa menindak lanjuti sesuai dengan prosedur hukum,” katanya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Maaf, !!