Aktual, Berani, Terpercaya

Rencana KNKT, Jalan Ekstrem Bisa di Block Pada Fitur Navigasi Google Maps

Cirebon, Inderawaspada.com- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah merencanakan memasukan fitur keselamatan pada sebuah aplikasi navigasi kedalam google maps.

Sehingga peran google maps dapat membantu mengarahkan rute jalan ke pengguna untuk mengetahui daftar jalan ekstrem atau beresiko seperti rawan kecelakaan.

“Jadi di aplikasi google maps itu, kita tahu ada beberapa jalan yang ekstrem. Maka itu, kita minta informasi jalan-jalan yang ekstrem dimana saja, dari teman-teman Dinas Perhubungan baik provinsi maupun kabupaten. Sehingga nanti kita punya list rute mana saja yang ekstrem,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono saat menghadiri acident review forum di Jalan Tuparev, Hotel Patra Jasa, Kabupaten Cirebon pada Kamis (5/3/2020) pagi.

Belum lama ini, pihak google telah bersedia untuk memberikan warning atau peringatan jika memilih rute ekstrem itu. Selanjutnya pihak google maps akan menutup informasi tersebut. Nantinya, muncul di layar google maps adalah jalur yang bena-benar aman dan selamat.

“Kondisinya seperti ini, atau kalau itu memang bener-bener ekstrem sama google. Kalau kita minta itu (jalan ekstrem) ya di block saja, yang tahu biar orang lokal saja. Jadi orang pendatang nggak perlu tahu disitu ada jalan tembusannya. Karena membahayakan, ini demi keselamatan kita semua, dan mereka juga setuju,” ujar Soerjanto Tjahjono.

Soerjanto menuturkan, beberapa waktu lalu insiden kecelakaan lalu lintas pernah terjadi di salah satu daerah Sumatera Selatan. Bahkan, dalam insiden itu banyak memakan korban jiwa.

Ia pun mengungkapkan, bermula saat pengemudi mengambil sebuah jalur alternatif lantaran untuk menghindari titik kemacetan. Namun, jalur alternatif yang dipilih tersebut ternyata ekstrem sehingga insiden kecelakaan tersebut pun terjadi.

Baca Juga :
1 of 103

“Karena kemarin yang juga di Sumatera Selatan itu mereka (pengemudi) ngambil (jalan) karena macet, ngambil satu rute alternatif dan ternyata jalannya sempit. Maka terjadi tabrakan istilahnya adu kambing yang meninggal cukup banyak,” ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Jelang lebaran pada 2020 ini, Soerjanto meminta Dinas Perhubungan (Dishub) agar dapat memberikan daftar ruas jalan yang termasuk ekstrem. Dimana daftar tersebut dapat ditindak lanjuti ke pihak google.

“Untuk sementara ini sebelum lebaran, kita minta dan kita harapkan daftar dari Dishub provinsi maupun kabupaten. Bisa kita sampaikan ke google untuk segera ditindak lanjuti, supaya tidak terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

Simak selengkap penuturannya di bawah ini:

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Maaf, !!